Kamis, 18 Jun 2026 01:42 WIB

Pilwali Surabaya 2020, Warga Diajak Awasi Penggunaan Anggaran Pemkot

Diskusi bertema "Cangkrukan Demokrasi Sehat" di Surabaya
Diskusi bertema "Cangkrukan Demokrasi Sehat" di Surabaya

jatimnow.com - Meski Pandemi Covid-19 sudah ada sejak April 2020, anggaran dana untuk Kampung Tangguh baru akan dicairkan Pemkot Surabaya pada November 2020, berbarengan dengan jalannya tahapan Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya 2020.

Hal itu disampaikan Wakil DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti saat menjadi salah satu pemateri diskusi bertema "Cangkrukan Demokrasi Sehat" pada Jumat (2/10/2020).

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Reni menyebut, anggaran dana yang berasal dari APBD itu dibutuhkan oleh masyarakat untuk operasional Kampung Tangguh sejak Pandemi Covid-19 atau April 2020 lalu. Namun anggaran tersebut baru saja dicairkan berbarengan dengan jalannya tahapan pilwali.

Menurut Reni, hampir lima bulan masyarakat berjuang sediri menggunakan dana pribadi untuk Kampung Tangguh dan tidak ada bantuan dari Pemkot Surabaya. Dan setelah tahapan pilwali berjalan, dana itu akan dicairkan pemkot pada November 2020.

Temuan itu didapat Reni saat melakukan reses. Dia mengaku dapat banyak keluhan terkait dengan tidak adanya bantuan dari Pemkot Surabaya untuk dana Kampung Tangguh untuk memerangi Covid-19.

"Sejak april masyarakat menggunakan anggaran sendiri. Sudah kita dorong pemkot untuk mengangarkan untuk Kampung Tangguh. Namun tidak direalisasikan," ungkap Reni.

Dan setelah lima bulan kemudian, lanjut Reni, saat ada penentuan pasangan calon dalam pilwali, Pemkot Surabaya langsung memberikan dana Kampung Tangguh tersebut.

"Kenapa harus lima bulan kemudian pemkot mengeluarkan perwali terkait dana Kampung Tangguh. Pemahaman saya seharusnya bulan April itu bisa digunakan, lewat anggaran belanja tidak terduga. Di mana bulan April itu pas lagi dibutuhkan masyarakat," jelasnya.

Sementara Ketua Kongres Advokad Indonesia (KAI) Jawa Timur Abdul Malik mengimbau kepada semua pihak untuk ikut mengawasi anggaran Pemkot Surabaya yang dikhawatirkan disalahgunakan untuk kemenangan salah satu calon dalam Pilwali Surabaya 2020.

"Kita harus ikut mengawasi. Jika ada penyalahgunaan anggaran langsung kita laporkan," pintanya.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Abdul Malik menilai, sejauh ini Pemkot Surabaya, khususnya Wali Kota Tri Rismaharini (Risma) telah tidak netral dan melakukan penyalahgunaan wewenang.

"KPK harus turun. Saya pastikan ini banyak penyalahgunaan wewenang oleh wali kota Surabaya," tambahnya.

Terkait dana Kampung Tangguh, Abdul Malik mengatakan, seandainya yang direkom oleh PDIP perjuangan adalah Wisnu Sakti Buana, dana tersebut tidak akan direalisasikan.

"Berhubung Eri yang direkom, dana bantuan Kampung Tangguh itu langsung dibuatkan Perwalinya dan bisa direalisasikan. Ini sangat dipolitisir oleh Risma," ungkap Malik.

Di tempat yang sama, Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jawa Timur Novli Bernado Thyssen juga menyebut Wali Kota Risma tidak netral dalam Pilwali Surabaya 2020. Banyak bukti yang menggambarkan Risma cenderung berpihak ke paslon Eri-Armudji.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Penggunaan Taman Harmoni sebagai tempat pemberian rekom itu sudah contoh nyata bahwa Bu Risma tidak netral," ujarnya.

Menurutnya, selama ini Risma sebagai Wali Kota Surabaya melakukan perbuatan atau kebijakan yang menguntungkan pasangan calon Eri Cahyadi dan Armudji.

Lanjut Novli, hal ini sudah bertentangan dengan Pasal 71 ayat 3 Undang-undang 10 Tahun 2016 tentang pemilihan gubernur dan wakilnya, bupati dan wakilnya dan wali kota dan wakilnya.

"Wali kota dilarang menggunakan kewenangan, program dan kegiatan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon, baik di daerah sendiri maupun di daerah lain terhitung sejak 6 bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.