Sabtu, 13 Jun 2026 17:36 WIB

Sederet Langkah Banyuwangi Antisipasi Potensi Tsunami 20 Meter

  • Penulis :
  • | Rabu, 30 Sep 2020 19:41 WIB
Sederet langkah Banyuwangi untuk mengantisipasi potensi tsunami 20 meter
Sederet langkah Banyuwangi untuk mengantisipasi potensi tsunami 20 meter

jatimnow.com - Berdasar riset ITB tentang pontensi tsunami setinggi 20 meter, Pemkab Banyuwangi mengaku telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Pemasangan alat early warning system (EWS) hingga penyiapan Desa Tangguh Bencana mulai dilakukan.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Eka Muharram mengatakan, hasil penelitian ITB yang menyebutkan potensi terjadinya tsunami di pantai selatan Jawa menjadi perhatian.

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

"Sejumlah tempat di Banyuwangi pernah mengalami tsunami hingga memakan korban. Maka adanya hasil riset perlu menjadi perhatian kita, sebagai bekal untuk kewaspadaan dan melakukan upaya antisipasi," ujar Eka, Rabu (30/9/2020).

Salah satu antisipasi yang dilakukan Banyuwangi yaitu mengaktifkan kembali Desa Tangguh Bencana yang sudah ada sejak Tahun 2013. Lokasinya pun di wilayah yang dinilai rawan terjadi bencana tsunami.

Khusus untuk desa rawan bencana tsunami ada empat, yaitu Desa Sarongan, Desa Sumberagung, Desa Pesanggaran Desa Grajagan. Di empat desa tersebut sudah terbentuk Desa Tangguh Bencana.

"Desa Tangguh Bencana ini mempunyai kemampuan mandiri dalam menghadapi bencana hinnga memulihkan diri usai menghadapi bencana. Jadi warga di desa itu sudah tahu apa yang mesti dilakukan dalam menghadapi bencana khususya tsunami," tambahnya.

Menghadapi informasi tentang potensi tsunami megathrust, warga di empat desa tersebut justru yang aktif melakukan komunikasi kepada pihak BPBD.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Jadi karena mereka sudah menyadari resiko tempat tinggal, ketika ada kabar potensi tsunami, warga banyak yang berkoordinasi kepada BPBD," ungkapnya.

Selain itu, Pemkab Banyuwangi juga memastikan berfungsinya tiga alat early warning system (EWS) yang sudah terpasang di pantai Banyuwangi. Sebelumnya ada 9 EWS yang berfungsi. Namun 7 dalam kondisi rusak karena terjangan ombak tinggi.

"Dari 9 yang eksisting, tinggal dua yang berfungsi yakni di Muncar dan Pancer. Lalu ada satu alat baru EWS yang sudah dipasang di Pantai Grajakan. Sehingga total tiga yang berfungsi," bebernya.

Rencananya bulan depan akan dipasang lagi satu EWS di Pantai Rajegwesi.

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

Sebelumnya Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengikuti rakor yang dipimpin Gubernur Jatim Khofifah Indah Parawansa tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Tsunami di Jatim. Rakor tersebut membahas berbagai kesiapan daerah yang dinilai berpotensi terjadi tsunami.

 

Reporter: Rony Subhan

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.