Minggu, 21 Jun 2026 02:09 WIB

Pilwali Surabaya 2020

Eri Cahyadi Tak Hadiri Deklarasi Damai, Ini Kata Praktisi Hukum

  • Penulis : Jajeli Rois
  • | Minggu, 27 Sep 2020 13:17 WIB
Paslon Eri Cahyadi-Armudji diwaliki timnya (kiri) saat Deklarasi Damai Pilwali Surabaya 2020 yang digelar Bawaslu di Hotel Majapahit, Jumat (25/9/2020)
Paslon Eri Cahyadi-Armudji diwaliki timnya (kiri) saat Deklarasi Damai Pilwali Surabaya 2020 yang digelar Bawaslu di Hotel Majapahit, Jumat (25/9/2020)

jatimnow.com - Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tidak hadir dalam acara deklarasi damai dan penandatangan pakta integritas yang diselenggarakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan KPU setempat.

KPU Kota Surabaya menggelar deklarasi damai Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya 2020 pada Sabtu (26/9/2020). Dalam deklarasi ini, pasangan calon nomor urut 1 hanya dihadiri Armudji. Sedangkan Eri Cahyadi tidak hadir.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Sementara Pasangan Calon Nomor Urut 2, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno tampak hadir.

Begitu pula pada saat deklarasi damai yang digelar Bawaslu Surabaya pada Jumat (25/9/2020). Dalam deklarasi di Hotel Majapahit itu, paslon nomor urut 1 Eri Cahyadi-Armudji hanya diwakili dua orang timnya, yaitu Handrean Renanda dan Purwadi.

Sedangkan paslon nomor urut 2, Machfud Arifin-Mujiaman hadir didampingi ketua tim pemenangannya.

Praktisi hukum di Surabaya, Abdul Malik menyayangkan ketidakhadiran Eri Cahyadi di acara deklarasi damai yang digelar Bawaslu maupun KPU tersebut.

Baca juga: 

"Tidak hadir berarti tidak menghormati KPU, Bawaslu. Itu tidak gentelman, tidak berintegritas, tidak punya tanggungjawab tentang Surabaya. Tidak tanggungjawab menyatukan warga Surabaya. Tidak mau mengamankan Surabaya," ujar Abdul Malik, Minggu (27/9/2020).

Malik yang juga advokat ini menyarankan Eri Cahyadi lebih baik mundur.

"Kalau belum siap, lebih baik mundur saja. Kalau menurut saya, jujur lebih baik mundur. Ini sudah tanda-tanda tidak mau menjadikan Surabaya kondusif, bersatu, bersinergi dengan penyelenggara pemilu dan aparat penegak hukum di Surabaya," terangnya.

Dia menegaskan jika sudah menyatakan maju sebagai calon wali kota, harus siap menghadapi berbagai risiko dan komitmen kepada warga Surabaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Seharusnya dalam pesta demokrasi yang lima tahun sekali ini, secara etika harus hadir. Biar rakyat senang dengan kontestan wali kota yang kompak. Masyarakat jangan disuguhi kecemasan. Kalau tidak komitmen dan tidak konsisten, saya sarankan mundur saja. Itu lebih arif dan bijaksana," tuturnya.

"Kalau tidak hadir dan tidak mau tandatangan pakta integritas, berarti bisa saja nanti tidak bersih dan tidak komitmen dengan ketentuan undang-undang, dengan cara menjaga protokol kesehatan selama pilwali. Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Surabaya," ujarnya.

Abdul Malik yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jawa Timur ini menerangkan, menjadi wali kota harus siap dengan menghadapi segala risiko, serta komitmen untuk kepentingan masyarakat Surabaya.

"Jadi wali kota harus siap segalanya, siap resiko dan komitmennya pada warga Surabaya. Kalau tidak siap, lebih baik mundur lah. Eman mas belum waktunya memimpin Surabaya," ungkap dia.

"Arek Suroboyo iku (itu) petarung. Surabaya iku Suro (hiu) dan Boyo (buaya)," tegas Malik.

Sebelumnya kepada wartawan, Handrean menyampaikan bahwa Eri-Armudji tidak bisa turut serta dalam kegiatan deklarasi damai yang digelar Bawaslu Surabaya karena menghadiri pertemuan dengan warga. Agenda dengan warga, kata dia, sudah jauh-jauh hari disusun, sehingga tidak bisa ditinggalkan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Beliau Mas Eri dan Pak Armudji kebetulan tidak bisa hadir karena agenda yang jauh-jauh hari sudah disusun. Bukan kita mengurangi rasa hormat kepada Bawaslu. Kita minta maaf atas tidak hadirnya. Karena tadi malam Mas Eri dan Pak Armudji sempat kelelahan," ujar Handrean, Jumat (25/9/2020).

"Kita juga sudah konfirmasi dengan masyarakat, karena agenda jauh-jauh hari sudah disusun. Jadi kita enggak bisa membatalkan begitu saja," tambahnya.

Sementara saat deklrasi damai yang digelar KPU Surabaya, Armudji menyampaikan bahwa Eri tidak bisa turut serta dalam kegiatan tersebut karena harus mendampingi saudaranya yang sedang sakit. Armudji pun memohon doa kepada peserta acara agar saudara dari Eri Cahyadi diberikan kesembuhan.

"Beliau harus mengantarkan saudaranya masuk ke rumah sakit (RS). Kita doakan mudah-mudahan segara sembuh," ungkap Armudji saat memberikan pidato sambutan, Sabtu (26/9/2020).

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.