Rabu, 17 Jun 2026 13:44 WIB

Warga Pilah 8 Ton Sampah dalam World Cleanup Day di Kota Batu

Pelaksanaan World Cleanup Day di Kota Batu
Pelaksanaan World Cleanup Day di Kota Batu

jatimnow.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu menggelar World Cleanup Day (WCD) guna mewujudkan Kota Batu bersih dari sampah.

Bertema 'Bersatu untuk Indonesia Bersih', kegiatan yang terlaksana 2 hari hingga Minggu (20/9/2020) ini dipusatkan di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Plt Kepala DLH Kota Batu, Arief As Shidiq mengatakan dalam acara WCD secara tidak langsung untuk mendorong dan mengajak masyarakat bisa lebih meningkatkan kepedulian dalam memilah sampah dari rumah.

"Agar berjalan maksimal, kegiatan ini digelar mulai tingkat RT, RW, desa, dan kelurahan dengan melibatkan masyarakat, aktivis lingkungan, dan seluruh jajaran Pemkot Batu," katanya.

Agar segera terwujud perlu adanya peran serta semua pihak. DLH atau Pemkot Batu terus menjalin kerjasama dengan bank sampah yang ada di tiap-tiap desa.

Namun paling penting yaitu mengubah paradigma sampah yang kurang berguna menjadi barang yang bernilai ekonomis lewat pengelolaan yang benar.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

"Melalui pengelolaan sampah organik dan anorganik yang benar, sampah bisa jadi barang yang memiliki nilai ekonomis. Selama 2 hari pelaksanaan, total ada 8 ton sampah yang berhasil dikumpulkan. Setelah dipilah oleh bank sampah mana sampah yang bermanfaat sisanya atau residunya dibawa ke TPA Tlekung," terangnya.

Apalagi Kota Batu menjadi jujukan wisatawan, ia berkomitmen nanti setiap destinasi wisata harus bisa mencerminkan kebersihan.

"Sebab dengan bersih, masyarakat bisa terhindar dari penyakit, tempat jadi lebih nyaman," ucapnya.

Baca Juga: Mikutopia, Destinasi Wisata Alternatif di Kota Batu

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengapresiasi kegiatan WCD yang bisa menjadi momentum seluruh lapisan masyarakat untuk menyamakan persepsi dalam meningkatkan kesadaran pengelolaan sampah.

"Terlebih bisa menggugah kesadaran masyarakat demi menjawab setiap permasalahan sampah yang ada di tiap lingkungan. Dengan menggandeng bank sampah, masyarakat nanti diharapkan juga bisa merasakan manfaat. Misal pupuk organik bisa dijadikan pupuk, lalu sampah plastik atau besi bisa didaur ulang, dan sebagainya," katanya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.