Selasa, 16 Jun 2026 14:24 WIB

Kenyamanan Pejalan Kaki Terganggu Cagar Budaya Memprihatinkan ini

jatimnow.com - Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan. Banyak bangunan saksi sejarah yang tersisa di kota yang hampir 10 Tahun dipimpin Wali Kota Tri Rismaharini itu. Namun tak semuanya menjadi ikon.

Salah satunya adalah bekas Toko Nam yang berada di dekat Tunjungan Plaza (TP) 5, pojok Jalan Basuki Rahmat atau arah ke Jalan Embong Malang.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Toko Nam kini hanya tinggal sejumlah pilar, Kamis (17/9/2020). Toko Nam kini meenyisakan pilar-pilar beton yang dibangun di pedestrian, sudut Jalan Embong Malang. Bagi pejalan kaki harus hati-hati saat melintas. karena terhalang jalurnya.

Karena pada bangunan cagar budaya yang disebut tipe C itu telah dipasang tiang besi penopang, biar tidak ambruk atau roboh. Secara fisik, bangunan bersejarah itu jauh dari kemegahan sekitarnya.

Data yang dihimpun, bab V pasal 11 Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 5 tahun 2005 tentang Pelestarian Bangunan dan/atau Lingkungan Cagar Budaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Bangunan cagar budaya golongan C adalah bangunan cagar budaya yang dapat dipugar dengan cara revitalisasi/adaptasi. Pasal 16 menjelaskan ketentuan revitalisasi/adaptasi sebagai berikut, perubahan bangunan dapat dilakukan tetapi harus mempertahankan tampang bangunan utama termasuk warna, detail, dan ornamen bangunan. Sedangkan, warna, detail dan ornamen bangunan yang diubah harus disesuaikan dengan arsitektur bangunan aslinya.

Mengapa Wali Kota Risma selama ini diam saja menyaksikan bangunan cagar budaya itu mengganggu kenyamanan pejalan kaki?

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara belum bisa dikonfirmasi, Sabtu (20/9/2020). Pesan yang dikirim jatimnow.com pada pukul 06.09 Wib belum mendapatkan respon.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Demikian pula Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono maupun Ketua Komisi D yang juga membidangi cagar budaya tidak memberikan respon meski jatimnow.com telah mengkonfirmasi sejak Kamis (18/9/2020). Kedua politisi PDIP itu diam.


Ada apa sih?

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.