Kamis, 18 Jun 2026 06:08 WIB

Pemkab Targetkan Pemekaran 2 Kecamatan di Ponorogo Akhir Tahun Tuntas

Sekda Ponorogo, Agus Pramono tinjaul lokasi pemekaran dua kecamatan
Sekda Ponorogo, Agus Pramono tinjaul lokasi pemekaran dua kecamatan

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menargetkan pemekaran dua kecamatan segera terwujud dengan menyelesaikan persyaratan administrasi akhir tahun ini.

Pemkab Ponorogo akan menganggarkan pembangunan komplek perkantoran di dua kecamatan baru tersebut tahun depan.

Baca Juga: Kang Giri Kirim Usulan UMK Ponorogo 2024 ke Pemprov Jatim

"Tahun depan sudah harus mulai pembangunan," ujar Sekda Ponorogo, Agus Pramono, Senin (14/9/2020).

Ia menyebutkan dua kecamatan yang akan dimekarkan yakni Kecamatan Sumberejo dan Kecamatan Kota Lama.

Untuk Kecamatan Sumberejo bakal mencakup sejumlah desa di Kecamatan Jambon, Balong, dan Slahung. Sedangkan Kecamatan Kota Lama meliputi beberapa kelurahan dan desa di Kecamatan Ponorogo, Babadan, Kecamatan Siman, dan Kecamatan Jenangan. Agus mengklaim persyaratan jumlah penduduk sudah terpenuhi.

"Jumlah penduduk di Sumberejo dan Kota Lama masing-masing sekitar 51 ribu. Itu sudah memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah pusat," ujar dia.

Baca Juga: Dewan Pengupahan Kabupaten Ponorogo Usul Kenaikan UMK 3,98 Persen

Persyaratan administrasi akan diselesaikan tahun ini. Rancangan peraturan daerah (raperda) pemekaran kedua kecamatan tersebut sudah dibahas bersama DPRD dan kini telah difasilitasi gubernur. Targetnya, 2021 Pemkab Ponorogo dapat memulai pembangunan komplek perkantoran kecamatan.

"Pembangunan kantor kecamatan baru kami rencanakan masing-masing sekitar Rp 2,5 Miliar," lanjutnya.

Kedepannya, pembangunan akan dilanjutkan di Tahun 2022. Meliputi pembangunan puskesmas, kepolisian sektor (polsek), markas komando rayon militer (koramil), dan lainnya.

Baca Juga: Pemkab Percantik Perwajahan Kota, Bupati Sugiri: Bakal Ada Lingkar 8 di Ponorogo

"Lahan yang dibutuhkan sudah tersedia, baik di Sumberejo maupun di Kota Lama," katanya.

Menurutnya, rencana pemekaran dua kecamatan itu telah mendapat dukungan dari Pemprov Jatim. Pemekaran kecamatan diperlukan untuk memacu pertumbuhan ekonomi di dua wilayah tersebut. Agus juga optimis, pemekaran kecamatan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik.

"Pemekaran dibutuhkan untuk mengurangi kesenjangan antar kecamatan. Sehingga kedua wilayah ini tidak dipandang sebagai kecamatan pinggiran dan tidak bisa berkembang," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.