Jumat, 12 Jun 2026 12:57 WIB

Menikmati Jadah Bakar, Jajanan Tradisional di Ponorogo

Jadah bakar buatan Pak Aman
Jadah bakar buatan Pak Aman

jatimnow.com - Bagi penyuka kuliner, jajanan tradisional yaitu jadah bakar yang terbuat dari beras ketan dan santan yang penyajiannya dengan jalan dibakar menggunakan arang masih dapat ditemui di Ponorogo.

Penjual jadah bakar di Pasar Jetis, Ponorogo, Aman mengatakan jadah ditempatnya masih menggunakan cara manual dan bukan mesin.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Beras ketan direndam semalam kemudian dimasak atau ditetel dengan menggunakan santan dan ditumbuk hingga halus. Proses penumbukannya tidak sebentar, harus dilakukan berjam-jam hingga ketan benar-benar halus.

"Rasanya berbeda dengan yang diolah dengan menggunakan mesin. Lebih nikmat jika dilakukan dengan ditetel atau ditumbuk secara manual. Kalau buatnya manual, terasa ketannya, " ujar Aman, Sabtu (12/9/2020)

Warga Desa Wonoketro, Kecamatan Jetis l, Kabupaten Ponorogo itu mengaku berjualan selepas dirinya menjalankan Salat Ashar atau pukul 16.00 Wib. Ia bersama istrinya membuka lapak di Pasar Jetis hingga pukul 23.00 Wib.

"Jadahnya kami bakar dengan menggunakan arang. Disajikan dengan sepiring gula untuk menambah rasa manis," terang dia.

Untuk proses pembakaran pun masih menggunakan anglo yang diisi arang. Dengan sabar dan telaten, Aman mengipasi dengan tangan sambil membolak balikkan jadah agar tidak gosong.

Baca Juga: Sambut Ramadan, Kuliner Khas NTT Siap Manjakan Lidah Warga Malang

Aman mengaku dirinya berjualan sejak tahun 2007 lalu. Peminatnya datang dari berbagai usia mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Jajanan tradisional ini disukai semua usia karena harganya cukup murah. Untuk enam potong jadah bakar, pembeli cukup merogoh kocek Rp 5 ribu.

"Satu hari biasanya 100 porsi, tapi karena Pandemi Covid-19 ya agak berkurang," katanya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Salah satu pembeli, Candra Wijaya mengaku hampir setiap seminggu sekali mampir untuk membeli jadah bakar. Kadang dia harus berangkat sore untuk antre.

"Jajanan tradisional seperti jadah bakar ini mulai jarang ditemui. Jadi dari dulu saya langganan karena memang di sini selalu jual," katanya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.