Selasa, 16 Jun 2026 16:43 WIB

Teror Molotov di Trenggalek: Rusak Rumah Warga hingga Lukai Satu Orang

Kapolres Trenggalek, AKBP Doni Satria Sembiring dan Kasat Reskrim Iptu Bima Sakti menunjukkan barang bukti
Kapolres Trenggalek, AKBP Doni Satria Sembiring dan Kasat Reskrim Iptu Bima Sakti menunjukkan barang bukti

jatimnow.com - Dua rumah warga di Dusun Gambang, Desa Ngadirejo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek dilaporkan mendapat teror molotov. Selain kerugian material, satu orang mengalami luka dalam peristiwa tersebut.

Informasi yang dihimpun jatimnow.com, teror molotov itu terjadi sekitar 02.30 Wib, Rabu (9/9/2020) di rumah Musnan dan Heri Sulistiawan. Kasus itu masih dalam penyelidikan Polres Trenggalek dibantu Polda Jatim.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Peristiwa itu mengakibatkan sejumlah barang di dalam rumah Musnan terbakar. Selain itu anak Musnan, Sri Hariyati (15) juga mengalami luka bakar pada bagian kaki kanan.

Sementara di rumah Heri Sulistiawan, molotov hanya mengenai bagian teras dan tidak sampai membakar bagian rumah yang lain, maupun penghuninya. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Pogalan sekitar pukul 07.00 Wib, Rabu (9/9/2020).

Kapolres Trenggalek, AKBP Doni Satria Sembiring menunjukkan bagian rumah warga yang rusak akibat molotovKapolres Trenggalek, AKBP Doni Satria Sembiring menunjukkan bagian rumah warga yang rusak akibat molotov

"Kejadiannya dinihari kemarin antara pukul 02.00-04.00 Wib di dua lokasi. Saat itu Musnan sedang tidur bersama keluarganya di depan televisi. Tiba-tiba ada orang melempar molotov ke rumahnya. Saat diperiksa banyak barang terbakar," tutur Kapolres Trenggalek, AKBP Doni Satria Sembiring melalui Kasat Reskrim Iptu Bima Sakti, Jumat (11/9/2020).

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Menurut Bima, Sri anak dari Musnan yang tidur di depan televisi mengalami luka bakar pada bagian kaki kanan dan langsung dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan medis.

"Molotov itu masuk rumah korban diduga karena dilempar dan mengenai kaca jendela hingga pecah. Kemudian api molotov membakar beberapa benda di rumah korban," tambah Bima.

Alumni Akpol Tahun 2013 ini menyebut masih terus menyelidiki kasus tersebut dibantu tim dari Ditreskrimum Polda Jatim. Barang bukti sudah diamankan dan sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

"Kami juga terus mempelajari rekaman CCTV di sekitar kejadian dan mengumpulkan alat bukti petunjuk," tandasnya.

Informasi yang berkembang, pelaku diduga membawa motor secara berboncengan saat beraksi. Namun jumlah pelaku belum bisa diperkirakan.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.