Jumat, 12 Jun 2026 20:06 WIB

Pengakuan Guru Soal Kemiripan Logo PDIP di SBO TV

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Rabu, 09 Sep 2020 14:45 WIB
Fita (kanan) bersama Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Sopomo
Fita (kanan) bersama Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Sopomo

jatimnow.com - Afita Nurul Aini, guru program pembelajaran GURUku (sekolah online) untuk kelas 1 SD yang disiarkan di SBO TV mengaku kurang konsentrasi dan tidak ada unsur kesengajaan atas kemunculan miripnya logo PDIP dalam proses pembelajaran tersebut.

"Itu yang ada yang secara global. Itu kan yang saya masukkan di slide ketiga, itu kan secara global. Ada dari sila pertama sampai sila ke lima," ungkap Fita-sapaannya dalam jumpa pers di Pemkot Surabaya bersama Dinas Pendidikan Kota Surabaya dan perwakilan SBO TV, Rabu (9/9/2020).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Nah kemudian yang slide berikutnya, itu kan tiap simbol pancasila. Nah itu yang saya ambil dari google dan ternyata saya salah dalam mengklik atau memencet seperti itu. Jadi murni ketidaksengajaan, bukan karena motif apapun," tambahnya.

Fita mengaku lalai dan tanpa sengaja memasukkan gambar yang tidak sesuai dengan materi yang seharusnya ditampilkan dalam pembelajaran. Menurutnya, penyusunan materi memang ia sebagai guru pengganti. Di minggu pertama, dia juga tampil di hari Jumat. Kemudian pada Sabtu, ia menyiapkan materi untuk hari Selasa.

"Jadi hari Sabtu itu materinya masih garis besarnya saja yang saya setorkan ke Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Kemudian dilakukan kroscek Dinas Pendidikan Kota Surabaya, namun belum lengkap," jelasnya.

"Kesalahan saya ketika hari Senin dan di hari Senin itu saya kurang konsentrasi, kurang teliti, sehingga gambar yang saya masukkan kurang tepat. Jadi tidak ada unsur kesengajaan sama sekali ataupun motif apapun dari saya," ungkap Fita.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Fita meminta maaf kepada masyarakat yang sudah menyaksikan tayangannya melalui live streaming maupun televisi.

"Ini benar-benar ketidaksengajaan dan kurangnya konsentrasi dari saya. Sekali lagi saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat yang cukup luas," tambahnya.

Saat ditanya apakah memang dirinya terlibat dalam tim sukses di Pilwali Surabaya 2020? Fita menegaskan dirinya sama sekali tidak terlibat.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

"Tidak. Ini karena murni kelalaian saya. Saya kurang konsentrasi. Jadi tidak ada unsur kesengajaan maupun motif apapun," pungkasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.