Sabtu, 20 Jun 2026 01:57 WIB

Presiden Jokowi Tegur Menkes Soal Timpangnya Tes Covid-19 di Daerah

Presiden Jokowi (foto dokumen)
Presiden Jokowi (foto dokumen)

jatimnow.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto terkait ketimpangan angka tes Covid-19 di sejumlah daerah.

Presiden melihat ada provinsi dengan kemampuan testing yang cukup tinggi, sementara provinsi lainnya hanya melakukan testing dalam kapasitas rendah. Kondisi ini membuat sebaran Covid-19 di daerah tidak bisa dilihat secara nyata.

Baca Juga: Jokowi Titipkan Kota Kediri ke Mbak Vinanda - Gus Qowim

Jokowi pun meminta Menkes untuk membuat desain perencanaan tes Covid-19 yang lebih baik. Setelah pandemi melanda Indonesia enam bulan, Jokowi meminta Menkes benar-benar merancang strategi testing yang komprehensif.

"Menyangkut berapa jumlah laboratorium yang harus ada di sebuah provinsi, berapa reagen yang harus terdistribusi pada sebuah provinsi. Perencanaan itu kita perlukan sehingga kelihatan nanti, kasus-kasus positif ini berada di wilayah atau provinsi yang mana," ujar Jokowi dalam pengantar sidang kabinet paripurna, Senin (7/9/2020).

Jokowi mewanti-wanti bahwa strategi dalam menyiapkan laboratorium di daerah ini penting lantaran berkaitan dengan meratanya kemampuan testing Covid-19.

"Bukan berdasarkan wilayah administrasi tapi sekali lagi desain perencanaan harus betul-betul ada dan disiapkan," kata presiden lagi.

Urusan kesehatan, ujar Jokowi, harus tertangani dengan baik apabila ingin ekonomi kembali pulih sepenuhnya. Jokowi pun mengingatkan agar kepala daerah hati-hati dalam memutuskan pembukaan sektor ekonomi. Ia mengatakan prioritas penanganan Covid-19 tetap pada sektor kesehatan.

Baca Juga: Kaesang Dicurhati Warga Kota Malang: Minta Sertifikat Rumah hingga Pekerjaan

"Memang kita ingin secepatnya restart di bidang ekonomi. Jangan sampai kita urusan kesehatan, urusan Covid ini belum tertangani dengan baik kita sudah menstarter restart di bidang ekonomi. Ini juga sangat berbahaya," katanya.

Dari seluruh provinsi di Indonesia, DKI Jakarta mencatatkan kemampuan testing Covid-19 yang paling tinggi. Pada Minggu (6/9), jumlah yang menjalani tes PCR mencapai 6.362 orang dalam sehari. Angka ini menyumbang 48 persen dari total test PCR nasional.

DKI Jakarta juga mampu menjalankan 49.587 tes PCR dalam sepekan terakhir. Angka ini jauh di atas rekomendasi WHO untuk ibu kota, yakni 10.645 tes dalam sepekan.

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan Smelter Freeport, Pj Gubernur: Dongkrak Ekonomi Jatim

 

Lihat Artikel Asli

DisclaimerBerita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.