Kamis, 18 Jun 2026 12:45 WIB

Kreatif, Guru SMP ini Bikin Bilik Pendeteksi Suhu Tubuh Otomatis

Dwi Sujatmiko tunjukkan bilik pendeteksi tubuh otomatis
Dwi Sujatmiko tunjukkan bilik pendeteksi tubuh otomatis

jatimnow.com - Guru SMP Negeri 1 Jetis Ponorogo, Dwi Sujatmiko membuat pendeteksi suhu tubuh secara otomatis.

Alat itu dibuatnya seiring dengan wacana Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Ponorogo yang akan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Pembelajaran uji coba tatap muka syaratnya harus sesuai protokol kesehatan. Makanya kami mencoba membuat alat pendeteksi suhu tubuh tapi yang tidak bersentuhan langsung," ujarnya, Sabtu (5/9/2020).

Menurutnya, alat pemantau suhu badan otomatis yang berbasis Android meminimalkan kontak fisik. Siswa yang akan masuk sekolah diminta masuk ke bilik dan kemudian mendekatkan dahi atau tangan ke depan sensor sekitar 2 sampai 3 detik. Setelahnya, palang pintu akan terbuka otomatis.

"Ada dua palang pintu. Jika suhu tubuh siswa di bawah 37 derajat maka palang bagian depan yang terbuka, namun jika di atas 37 derajat maka palang pintu sebelah kiri yang terbuka," terang dia.

Sehingga siswa yang memiliki suhu badan tinggi atau mengarah ke demam, akan muncul bunyi peringatan untuk memperingatkan petugas. Selanjutnya siswa akan diperiksa lebih lanjut dan diarahkan menuju ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Ia menjelaskan, alat pendeteksi suhu tubuh otomatis itu bekerja menggunakan aliran listrik. Namun jika aliran listrik padam, maka bisa memanfaatkan sumber daya dari powerbank.

"Jadi ketika listrik mati tidak akan ada masalah,” ujarnya.

Dijelaskannya, di dalam bilik buatannya itu terdapat dua buah sensor yaitu sensor inframerah dan ultrasonik.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Cara kerja alat pendeteksi suhu tubuh otomatis itu dari sensor inframerah yang berfungsi untuk mengetahui suhu tubuh seseorang. Sedangkan sensor ultrasonik berfungsi untuk mengetahui jarak objek untuk digunakan guna membuka palang pintu.

"Waktu tiga hari untuk merangkai alat dan biliknya. Yang paling lama dalam pemrogramannya,” tutur Miko.

Ia menyebut, bilik pendeteksi suhu tubuh otomatis itu dirasa masih belum sempurna. Kedepannya, ia akan mencoba untuk menggabungkan dengan data siswa yang telah terekam dalam sebuah kartu Radio Frequency Identification (RFID).

Kartu RFID ini adalah sistem identifikasi berbasis wireless yang memungkinkan pengambilan data tanpa harus bersentuhan seperti barcode atau magnetic card. Sehingga seluruh rekaman suhu nantinya bisa dipantau untuk siswa dan tersimpan dalam data sekolah.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

"Sudah terpasang sensor RFID-nya. Hanya siswa belum dibekali kartu yang mampu dibaca oleh sensor RFID tersebut," ujar dia.

Alat buatan ini selain mengurangi kontak fisik dengan petugas pemantau suhu, juga telah dilengkapi dengan aplikasi yang bisa tersambung dengan smartphone. Sehingga petugas hanya perlu melihat layar di smartphone untuk memantau siswa.

"Point utamanya mengurangi kontak fisik," pungkasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.