Senin, 15 Jun 2026 23:49 WIB

Kisah Pengamen Menabung 10 Tahun untuk Daftar Haji Bersama Ibunya

Slamet Efendy dan ibunya Atminah tunjukkan pelunasan pendaftaran haji
Slamet Efendy dan ibunya Atminah tunjukkan pelunasan pendaftaran haji

jatimnow.com - Slamet Efendy (30), seorang pengamen di Probolinggo kini tercatat sebagai calon haji. Tidak sendiri, warga Dusun Krajan RT 03/RW 03 Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Probolinggo itu juga memberangkatkan ibunya yang bernama Atminah (57) ke Mekkah.

Slamet mengatakan setoran awal setiap orang kini Rp 25 juta. Untuk berangkat bersama ibunya, Slamet telah menyetorkan uang Rp 50 juta ke Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang didapat dari tabungan yang ia kumpulkan dari hasil mengamen.

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

"Saya ingin berangkat haji ke Mekkah bersama ibu. Semoga berangkatnya bisa bersamaan," kata Slamet, Sabtu (5/9/2020).

"Alhamdulillah saya daftarkan haji ibu pada Tahun 2018 lalu. Sedang untuk pendaftaran haji saya pada Kamis (3/9) kemarin. Uang pendaftaran itu saya kumpulkan 10 tahunan," tambahnya.

Ia menjelaskan, dari mengamen itu setiap harinya dia mendapat uang untuk ditabung.

"Pendapatan mengamen tidak tentu. Sehari kadang Rp 50 ribu, kadang Rp 70 ribu. Dari hasil itu, setiap hari saya tabung Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu," jelasnya.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

Kini Slamet dan ibunya resmi tercatat sebagai calon haji Kabupaten Probolinggo. Untuk bisa melunasi kekurangan ongkos haji bersama ibunya, Slamet akan kembali menabung dengan jalan mengamen.

"Nanti pelunasan akan dikabari Kemenag. Kalau sudah mau berangkat harus lunas. Ini nabung lagi agar ketika dikabari Kemenag, saya siap melunasi," tandasnya.

Tetangganya yang bernama Yuyun mengatakan jika Slamet sejak kecil telah ditinggal oleh ayahnya karena meninggal. Slamet kemudian memutuskan berhenti sekolah di saat duduk di kelas 2 sekolah dasar (SD).

Baca Juga: Terima SK, DPC PPP Kota Probolinggo Pasang Target Raih Lima Kursi DPRD

Menurutnya, Slamet dikenal sebagai orang yang memiliki keinginan besar untuk membahagiakan ibunya. Slamet juga dikenal sosok religius karena setiap kegiatan keagamaan selalu aktif hadir di majelis taklim atau pengajian di desanya.

"Slamet tidak bisa baca tulis. Jadi saat Slamet mendaftarkan diri untuk mendapatkan porsi haji, ia mengajak saya," kata Yuyun.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.