Sabtu, 20 Jun 2026 18:03 WIB

Ketua DPRD Surabaya Yakini Pembelian Rumah Bung Karno Sudah Teliti

Adi mendampingi Wali Kota Tri Rismaharini saat serah terima rumah kelahiran Bung Karno pada 17 Agustus 2020
Adi mendampingi Wali Kota Tri Rismaharini saat serah terima rumah kelahiran Bung Karno pada 17 Agustus 2020

jatimnow.com - Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono akhirnya buka suara terkait rumah kelahiran Presiden Soekarno atau dikenal sebagai Rumah Bung Karno di Surabaya.

Namun ia menolak bicara teknis. Ketua PDI Surabaya itu mempersilahkan menanyakan ke Pemkot Surabaya. Namun ia meyakini jika Pemkot Surabaya tdak grusa-grusu tentang pembelian rumah bersejarah itu.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

"Soal teknis, saya tidak tahu. Bisa dikonfirmasi ke Pemkot Surabaya. Tapi saya yakin Pemkot Surabaya teliti dan cermat tentang pembelian rumah itu," kata Adi, Senin (1/9/2020).

Ia berharap rumah kelahiran Bung Karno di Kampung Pandean Gang IV, juga kampung-kampung di Peneleh, bisa diwujudkan sebagai kawasan edukasi kebangsaan. 

Sehingga masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia bisa mengkhidmati perjuangan Bung Karno, Bapak Bangsa dan Proklamator Indonesia.

"Saya mendukung upaya-upaya pemkot untuk menyulap rumah kelahiran Bung Karno dan kampung-kampung di Peneleh sebagai kawasan edukasi kebangsaan," ujar Adi.

Rumah itu, kata Adi,sangat berharga bagi pembelajaran anak-anak muda dan masyarakat luas. Sehingga masyarakat punya pemahaman yang lengkap tentang perjuangan Bung Karno dan tentang ajaran-ajaran serta rasa cintanya yang tidak pernah habis pada Indonesia.

"Terutama wong cilik," tegasnya.

Dengan dimilikinya Rumah Bung Karno dan juga rumah bekas indekos milik Pak HOS Tjokroaminoto, serta situs-situs bersejarah lainnya, maka generasi muda dan masyarakat luas bisa menyelami bahwa di masa lalu Surabaya adalah dapur nasionalisme pergerakan kemerdekaan Indonesia.

"Atas dasar pemahaman itu, saya yakin Pemkot Surabaya sangat cermat dan berhati-hati dalam penyelamatan situs bersejarah, termasuk pembelian rumah kelahiran Bung Karno," katanya.

Adi mendampingi Wali Kota Tri Rismaharini saat serah terima rumah kelahiran Bung Karno pada 17 Agustus 2020.

Dan ternyata Pemkot Surabaya disebut belum melakukan pembayaran pembelian. Belum terjadinya pelunasan itu diungkap anggota Komisi A DPRD Surabaya Moch Machmud, Senin (1/9/2020) pagi.

"Sampai sekarang belum dibayar," jawab politisi Partai Demokrat ini.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Sesuai siaran pers Humas Pemkot Surabaya, Wali Kota Tri Rismaharini menyampaikan terimakasih banyak kepada para ahli waris rumah kelahiran Bung Karno yang telah sudi dan berkenan merelakan rumahnya diserahkan kepada Pemkot Surabaya. Menurutnya, rumah ini adalah rumah kebanggaan bersama dan merupakan symbol kebanggaan bersama.

"Terimakasih para ahli waris yang sudah sudi dan berkenan merelakan rumah kebanggaan kami, ini symbol kebanggaan kami. Nanti rumah ini akan kita jadikan museum, apalagi di kawasan ini banyak sejarahnya dan sudah kita beri titik-titik, seperti langgar, makam dan beberapa benda lainnya," kata Wali Kota Risma seusai menerima rumah kelahiran Bung Karno itu pada 17 Agustus 2020.

Pada materi siaran pers yang dikirimkan humas saat itu tidak disebutkan sama sekali jika rumah bersejarah itu dibeli pemkot.

"Kalau rela ya ga papa. Baik-baik, ajak. Tapi kemarin dinas tanah saya tanya, sudah diappraisal. Itu bisa diartikan ada tawar-menawar.
Kalau rela, pemkot kasih uang itu santunan atau istilah lain saperti uang jasa. Tidak pakai appraisal," ujar Machmud.

Harga yang disepakati dua belah pihak sengaja dirahasiakan. Baik pemkot maupun pemilik rumah bernama Jamela tutup mulut. Namun, Jamela sedikit membocorkan nilainya. Di atas Rp 1 Miliar.

Berapa nilai pembeliannya?

"Kalau masalah nilai, kita mohon maaf. Karena kan masih proses. Tapi kalau dibeli Pemkot (Surabaya) benar," jawab Jamela.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Apakah benar di atas Rp 1 Miliar?

"Iya, itu. Pokoknya ya itu sudah dibeli Pemkot, tapi masih proses," sebutnya.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya Chusnul Chotimah sebelumnya memastikan bila Pemkot Surabaya melalui Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah (DPBT) membeli rumah itu.

"Dibeli dengan appraisal, kalau tidak salah sekitar Rp 1,2 M. Coba cek juga ke dinas tanah," kata Chusnul Chotimah pada pukul 09.02 Wib, Minggu (30/8/2020).

Tidak cuma-cuma?

"Tidak," jawab politisi PDIP ini.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.