Kamis, 18 Jun 2026 21:52 WIB

Mayat Bayi Perempuan di Sungai Gegerkan Warga Kampung Malang, Surabaya

Lokasi ditemukannya mayat bayi perempuan
Lokasi ditemukannya mayat bayi perempuan

jatimnow.com - Mayat bayi perempuan ditemukan di sungai Kampung Malang Utara V, Tegalsari, Surabaya, sekitar pukul 16.30 Wib, Minggu (30/8/2020). Tali pusar masih menempel di pusar bayi.

Mayat bayi itu ditemukan pertama kali oleh Sukarni Ningsih, warga setempat yang saat itu sedang menjemur pakaian di bantaran sungai. Awalnya dia mengira benda yang dikerubuti lalat itu adalah bangkai hewan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Saat mendekat, Sukarni langsung berteriak memberitahu Hadi, adiknya, lantaran benda itu ternyata sesosok bayi.

Hadi dan warga lain hanya bisa melihat dari bibir sungai dan tidak berani mengangkatnya. Atas itu dia dan warga melapor ke Polsek Tegalsari yang beberapa saat kemudian tiba di lokasi.

"Yang menemukan kakak saya. Awalnya dikira hewan karena dikerubuti lalat. Setelah dicek dan mengetahui jika itu bayi, kakak langsung teriak minta tolong," terang Hadi.

Pria 52 tahun itu menambahkan, pada mayat bayi masih ditemukan tali pusar masih menempel. Bahkan masih terlihat bercak darah di beberapa bagian tubuh.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Masih ada tali pusar dan darah. Bisa jadi bayi itu baru saja dilahirkan. Kalau dari aroma yang mulai membusuk, bayi itu sudah dibuang dua tiga hari lalu," tambah Hadi.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Tegalsari Iptu I Made Sutanaya mengaku dia dan timnya masih melakukan penyelidikan atas penemuan mayat bayi tersebut. Made bersama anggotanya sudah menyebar untuk mencari bidan di sekitar lokasi.

"Saat ini saya dan anggota masih melakukan penyelidikan, termasuk mencari bidan di sekitar lokasi," jelas Made.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Made belum bisa memastikan di titik mana bayi itu dibuang. Namun tidak menutup kemungkinan dibuang dari sekitar lokasi penemuan. Sebab air pada sungai itu memgalir cukup jauh dan tanpa ada pembatas.

"Dulu ada pembatas setiap beberapa meter. Saat ini tidak ada. Bisa jadi dari jauh," pungkas Made.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.