Rabu, 22 Jul 2026 17:06 WIB

Pandemi Covid-19

Pemkab Banyuwangi Cairkan Insentif Rp 3,9 Miliar Bagi Para Nakes

  • Penulis :
  • | Selasa, 25 Agu 2020 12:17 WIB
Bupati Anas menyerahkan insentif tahap pertama Rp 3,9 miliar untuk para tenaga medis dan kesehatan di Banyuwangi
Bupati Anas menyerahkan insentif tahap pertama Rp 3,9 miliar untuk para tenaga medis dan kesehatan di Banyuwangi

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menyerahkan insentif senilai Rp 3,9 miliar untuk para tenaga medis dan tenaga kesehatan (nakes) yang terus bekerja keras menghadapi Pandemi Covid-19.

Anggaran tersebut merupakan insentif tahap pertama dari APBD. Pada tahap berikutnya juga telah disiapkan Rp 10,9 miliar termasuk dari APBN, sehingga total Rp 14,8 miliar.

Baca Juga: Tari Jaripah Banyuwangi Sambut Hangat Peserta Media Gathering Pertamina 2026

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, dedikasi para tenaga medis dan tenaga kesehatan sungguh luar biasa dalam menghadapi Pandemi Covid-19.

Menurutnya, mereka tak hanya mengabdi di fasilitas kesehatan, tapi juga berdedikasi dengan membantu penyiapan protokol kesehatan di rumah ibadah, pesantren, rumah makan hingga destinasi wisata.

"Tentu saja insentif ini tidak sebanding dengan dedikasi bapak dan ibu tenaga medis serta tenaga kesehatan. Sekali lagi kami ucapkan beribu terima kasih. Semoga dedikasi bapak ibu menjadi ibadah yang diganjar berkah," kata Bupati Anas saat menyerahkan insentif secara simbolis kepada tenaga kesehatan di Puskesmas Klatak, Kecamatan Kaliputo, Selasa (25/8/2020).

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Bupati Anas juga meminta kepada para tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk turut mengampanyekan kesehatan keluarga.

"Saat ini pemerintah pusat hingga daerah secara tegas menyatakan bahwa kunci penanganan Covid-19, baik dari sisi kesehatan maupun sosial-ekonomi, adalah pemberdayaan keluarga. Keluarga adalah hulu sekaligus hilir dari semua program penanganan Covid-19," jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan dr. Widji Lestariono menyebut bahwa insentif bagi tenaga kesehatan ini diberikan secara bertahap. Setelah Maret hingga Mei senilai Rp 3,9 miliar yang secara simbolis diserahkan hari ini, juga disiapkan anggaran Rp 10,9 miliar untuk Juni hingga Desember 2020.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Besaran yang diterima tenaga medis bervariasi. Ini untuk memberikan suntikan semangat pada tenaga kesehatan selama pandemi," ujar dr Rio-sapaan akrabnya.

Selain insentif berupa dana, selama ini Pemkab Banyuwangi juga memberi tambahan nutrisi untuk ribuan tenaga kesehatan di kabupaten tersebut yang terus bertugas di masa Pandemi Covid-19. Tambahan nutrisi berupa telur, buah, roti dan susu diberikan setiap hari dengan dana total Rp 1,7 miliar.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.