Rabu, 22 Jul 2026 17:03 WIB

Update Covid-19 Banyuwangi: Sembuh 77, Dirawat 105, Meninggal 5 Orang

Peta sebaran Covid-19 di Banyuwangi per 21 Agustus 2020
Peta sebaran Covid-19 di Banyuwangi per 21 Agustus 2020

jatimnow.com - Pasien terkonfirmasi Covid-19 di Banyuwangi menjadi 187 sesuai data per hari ini, Jumat (21/8/2020). Dari jumlah itu, 77 orang dinyatakan sembuh, 5 orang meninggal dunia dan 105 masih dirawat.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr Widji Lestariono mengungkapkan, penambahan kasus terbanyak hari ini berasal dari santri salah satu pondok pesantren.

Baca Juga: Tari Jaripah Banyuwangi Sambut Hangat Peserta Media Gathering Pertamina 2026

"Ada 77 santri yang dinyatakan positif," ujar Rio-panggilan akrab dr Widji Lestariono.

Rio mengungkapkan, penanganan di salah satu ponpes ini bermula dari laporan puskesmas setempat pada 14 Agustus 2020 lalu yang melaporkan adanya empat santri yang hasil tes rapidnya reaktif.

"Dinkes langsung melakukan survei epidemiologi dan melakukan tracing kontak erat dari empat santri tersebut. Dan tracing ternyata berkembang hingga mencapai 502 santri yang ada kontak erat serta mereka yang bergejala mengarah ke Covid-19," terang Rio.

Menurut Rio, ratusan santri itu kemudian dilakukan rapid test hingga didapatkan 96 santri yang reaktif. Kemudian dilakukan swab massal dan hasilnya keluar Kamis dan hari ini.

Rio merinci, dari 96 sampel swab santri yang diambil, diketahui saat ini hasilnya ada 77 santri yang konfirmasi Covid-19, negatif 13 dan 6 sisanya belum keluar hasilnya.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Santri yang terkonfirmasi saat ini diisolasi di salah satu gedung dalam ponpes, terpisah dari santri lainnya. Mengingat kondisi umum santri yang terpapar tidak bergejala dan hanya gejala ringan.

"Saat ini untuk santri yang memang tidak ada gejala dilakukan isolasi di satu gedung di ponpes. Yang bergejala sedang sudah kita tangani di rumah sakit," paparnya.

Untuk penanganan klaster baru di ponpes ini, dinkes mengambil langkah untuk melakukan isolasi pada pondok pesantren. Selain itu, dinkes juga menerjunkan petugas kesehatan gabungan dari RSUD Genteng dan puskesmas di lingkungan ponpes untuk melakukan pemeriksaan fisik awal.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Selain tracing juga terus dilakukan, untuk santri lain yang bergejala sesak segera dilakukan foto thorax untuk menentukan penanganannya lebih lanjut," ungkap Rio.

Selain itu, dinkes juga meminta ponpes menunjuk koordinator di antara santri untuk memantau kondisi santri yang dalam masa isolasi.

"Langkah penanganan ini akan dipimpin langsung Plt Direktur RSUD Genteng, dr Kurniyanto," pungkas Rio.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.