Sabtu, 20 Jun 2026 11:24 WIB

Merasa Dipingpong Diskaumdag, PKL Pasar Pagi Kota Batu Tolak Relokasi

Paguyuban PKL Pasar Pagi menyampaikan unek-uneknya ke Diskoumdag Kota Batu di Kantor UPT Pasar Besar
Paguyuban PKL Pasar Pagi menyampaikan unek-uneknya ke Diskoumdag Kota Batu di Kantor UPT Pasar Besar

jatimnow.com - Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Pagi di Pasar Besar Kota Batu yang sebelumnya sepakat direlokasi, tiba-tiba menolak. Sebab mereka merasa dipermainkan oleh Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan (Diskoumdag) Kota Batu.

Mereka awalnya menyetujui tempat relokasi di halaman parkir samping timur Kantor KONI Batu. Namun Diskoumdag tiba-tiba memindahkan mereka ke sisi Barat Stadion Brantas, Kota Batu.

Baca Juga: Dihujani 12 Catatan Kritis, Begini Jawaban Pemkot Probolinggo Soal Raperda PKL

Pedagang menilai lokasi kurang representatif serta terlalu sempit untuk menampung pedagang yang beranggotakan 1.097 itu.

"Kemarin kami setuju, sebab Diskoumdag menjanjikan di halaman parkir KONI Batu atau selatan stadion. Tiba-tiba ada wacana lagi akan dipindah di sepanjang jalan menuju stadion. Alasan mereka, lokasi akan ditempati oleh Himpunan Pedagang Pasar (HPP)," ungkap Ketua Paguyuban PKL Pasar Pagi, Rubianto, Selasa (17/8/2020).

Dengan keputusan itu, Paguyuban PKL Pasar Pagi langsung menolaknya. Penolakan karena lahan relokasi kedua memiliki lajur cukup miring sehingga tidak maksimal jika dilakukan aktivitas jual beli.

Baca juga:  Pedagang Pasar Besar Kota Batu Tolak Relokasi, Ini Tuntutannya

"Selain cukup miring, lokasi terlalu sempit. Setidaknya tiap pedagang membutuhkan 2 kali 2 meter, tapi setelah diukur tiap pedagang hanya menempati ukuran 2 kali 1,5 meter," tambah Rubianto.

Atas keputusan itu, Paguyuban PKL Pasar Pagi meminta bisa menempati satu lajur di Jalan Sultan Agung (Jalan kembar). Sebab jam operasional pedagang juga dibatasi mulai sekitar jam 12 malam hingga jam 8 pagi.

"Kan ada solusi, memakai salah satu ruas jalan di Sultan Agung bisa kan. Kami ingin ada ketegasan, jangan diombangambing begini. 1097 PKL Pasar Pagi ini memiliki tanggungjawab pada keluarganya masing-masing," paparnya.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Menanggapi itu, Kadiskoumdag Kota Batu Eko Suhartono meminta kesadaran pedagang untuk bisa bekerjasama dengan Pemkot Batu menjelang pembangunan Pasar Besar tersebut.

"Kami ingin memaksimalkan kawasan gedung KONI tersebut. Namun jika akan memang kawasan tersebut kurang maksimal kita akan menempati sebagian Jalan Sultan Agung tentu dengan penerapan rekayasa lalu lintas. Tapi akan kami bicarakan dahulu dengan wali kota," janji Eko.

Menurutnya, relokasi itu butuh waktu dan proses. Semua pihak sudah beberapa kali membahas bersama. Yang paling penting adalah kesepakatan tahap demi tahap.

"Semoga nanti ada solusi. Sekarang kita pilah-pilah permasalahannya agar ada kesepakatan agar segera selesai," harap Eko.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kota Batu Asmadi yang ikut hadir dalam mediasi menerangkan kedatangannya untuk mengetahui secara detail permasalahan sehingga pedagang menolak.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

"Intinya semua keluhan dari pedagang yang juga masyarakat Batu kita tahu dulu. Versinya pedagang bagaimana, versi dinas bagaimana. Nanti kita cari jalan tengah atau solusinya tapi harus berhasil," ungkap Politisi PDI Perjuangan ini.

Setelah ini, Asmadi bakal merapatkan bersama semua pihak. Ia juga menyebut bahwa awalnya pedagang dijanjikan di halaman depan Kantor KONI Batu, tetapi tiba-tiba digeser ke tempat yang dirasa perdagangan kurang layak.

"Kalau memang pindah carikan tempat yang layak, jangan dipaksakan tapi nanti malah merugikan pedagang dan masyarakat. Yang jelas nanti secara teknis dinas harus mencari tempat yang layak untuk mereka. Kami pasti bantu dan mengakomodir kepentingan masyarakat," tutupnya.

Revitalisasi Pasar Besar Kota Batu menggunakan anggaran dari APBN sebesar Rp 200 miliar. Akhir Tahun 2020 ini, rencananya pemkot harus menyelesaikan relokasi pedagang. Sehingga Tahun 2021 pembangunan segera terlaksana.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.