Selasa, 23 Jun 2026 11:55 WIB

Forum Lintas Agama & Etnis Ajak Umat Kristiani Tidak Takut ke Gereja

Forum lintas agama dan etnis saat di Mapolda Jatim.
Forum lintas agama dan etnis saat di Mapolda Jatim.

jatimnow.com – Forum Lintas Agama dan Etnis mendatangi Mapolda Jatim untuk bertemu Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin membahas cara menghilangkan stigma negatif pasca bom bunuh diri yang terjadi di tiga Gereja Surabaya beberapa hari lalu.

Dalam diskusi yang berlangsung tertutup itu, menghasilkan kesepakatan bahwa masyarakat tidak perlu takut dan tetap menjalankan ibadah serta datang di gereja.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

"Imbauan dan kesepakatan bersama Kapolda Machfud Arifin, bahwa umat Kristiani tidak perlu takut dan diharapkan tetap datang ke gereja. Namun, tetap lebih meningkatkan pengamanannya," tegas Pendeta Sudhi Dharma Ketua Umum Badan Musyawarah Antargereja (Bamag) Jatim saat presconfrance di Mapolda Jatim, Rabu (16/5/2018).

Pertemuan itu juga dihadiri wakil-wakil dari Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia, Konferensi Wali Gereja Indonesia, Perwakilan Umat Buddha Indonesia, Parisada Hindu Dharma, Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia, Muslimat NU, Lembaga Persahabatan Ormas Islam dan PBNU itu.

Pendeta Sudhi Dharma menjelaskan pasca insiden itu, pihaknya juga berupaya untuk menghilangkan rasa trauma dan rasa kekhawatiran yang dirasakan para korban, maupun jemaah.

"Maka dari itu,  mari kita kawan, hilangkan kekhawatiran dan mengajak para umat kristiani untuk tetap beribadah," tandasnya.

Menanggapi fenomena bom bunuh diri yang mengajak para anak-anaknya, Ketua Forum Lintas Agama Jatim Ali Maschan Moesa berharap lembaga pendidikan untuk menyusun kurikulum tentang agama yang berkesinambungan dengan negara.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

"Selain itu, materi juga harus mengajarkan nilai-nilai kebangsaan yang berbasis pada toleransi antarumat beragama. Hal itu sangatlah penting jika melihat fenomena ini," terang Dosen Pascasarjana di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya itu.

Ia mencontohkan dalam perguruan tinggi juga harus ada mata kuliah tentang agama dan negara, bagaimana hubungan antar umat beragama.

"Pembelajaran sekarang terkesan monoton, contohnya rukun iman terus yang dipelajari dari kecil sampai kuliah. Lha kalau seperti ini bagaimana," tandas pria yang juga menjadi tokoh Nahdlatul Ulama itu. 

Baca Juga: Tim Gabungan Polda Jatim Periksa Senpi Dinas di Polres Tulungagung

 

Reporter: Fahrizal Tito

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.