Kamis, 18 Jun 2026 03:47 WIB

Wadir Pascasarjana UINSA Surabaya Polisikan Kaprodi Magister Islam

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Selasa, 11 Agu 2020 19:51 WIB
Wadir Pascasarjana UINSA Surabaya, DR. Ahmad Nur Fuad menunjukkan laporan polisi yang dibuatnya di Mapolrestabes Surabaya (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)
Wadir Pascasarjana UINSA Surabaya, DR. Ahmad Nur Fuad menunjukkan laporan polisi yang dibuatnya di Mapolrestabes Surabaya (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)

jatimnow.com - Wakil Direktur (Wadir) Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, DR. Ahmad Nur Fuad mendatangi Polrestabes Surabaya, Selasa (11/8/2020) malam. Pria 56 tahun itu melaporkan penganiayaan yang menimpanya.

Di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Surabaya, Nur Fuad menunjukkan surat laporan polisi (LP) yang dibuatnya. Dia mengaku dianiaya Ketua Prodi Magister Islam di kampus tersebut berinisial SQA.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Nur Fuad datang ke Mapolrestabes Surabaya ditemani sekitar 6 orang. Mereka kemudian masuk ke ruang SPKT untuk melaporkan kasus tersebut. Dalam proses laporannya itu, ia diminta untuk melakukan visum.

"Kami kemari (Polrestabes Surabaya) untuk melaporkan seseorang yang menganiaya saya, dalam hal ini adalah Ketua Prodi Magister Islam. Alhamdulillah laporan sudah diterima. Setelah ini akan visum," ungkap Nur Fuad kepada jatimnow.com.

Nur Fuad menjelaskan, penganiayaan yang menimpa dirinya itu terjadi sekitar pukul 09.00 Wib, Senin (10/8/2020) di ruangannya. Saat itu, SQA tiba-tiba masuk dan tanpa banyak bicara langsung melakukan pemukulan ke bagian kiri kepala Nur Fuad berulang kali.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Kalau nggak salah itu sebanyak lima kali. Yang dipukul kepala bagian kiri saya. Saya sempat menangkis dengan tangan, tapi dia terus memukul. Saya tidak sempat melarikan diri," jelasnya.

"Alasannya itu merasa tersinggung karena saya sebagai wakil direktur menerima konsultasi dari mahasiswa program studi magister studi islam terkait rencana kegiatan untuk peningkatan kompetensi mahasiswa yang menerima beasiswa dari Kemenpora," tambah Nur Fuad.

Dia melanjutkan, karena merasa tidak diajak musyawarah, meskipun itu adalah musyawarah pendahuluan dengan mahasiswa, SQA kemudian menyatakan dirinya tersinggung dan harga dirinya terinjak-injak. Sehingga melakukan pemukulan, yang saat itu korban sedang duduk dan membuat konsep surat pascasarjana.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Ditanya apakah sebelumnya ada pengancaman? Nur Fuad mengaku jika secara verbal tidak ingat betul. Namun ketika melakukan pemukulan, SQA sangat marah.

"Jadi dia ini tiba-tiba masuk dan marah-marah. Kemudian memukul itu," jelasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.