Rabu, 17 Jun 2026 19:48 WIB

Ibu di Kota Batu Diminta Jadi Pionir Cegah Penularan Covid-19

Pertemuan di Balaikota Among Tani
Pertemuan di Balaikota Among Tani

jatimnow.com - Ibu rumah tangga diminta menjadi pionir gerakan sejuta masker demi menekan penularan Covid-19. Mereka menjadi senjata ampuh yang bisa menjadi satgas di dalam keluarga.

Hal itulah yang coba diterapkan di Kota Batu sesuai harapan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat pengarahan kepada Kader PKK dan Satuan Tugas Covid-19 Kota Batu bersama Danrem 083 Baladika Jaya di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Jumat (7/8) malam.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

"Perjuangan ibu-ibu adalah senjata paling ampuh. Kalau ini tidak juga mempan dan tak dipatuhi keluarga, mungkin akhirnya seleksi alam. Makanya kita tidak mau seperti itu, harus bisa menjaga sedini mungkin yaitu dari lingkup keluarga. Kami terus membuat masker, sekarang memang proses membuat," kata Dewanti.

Menurutnya, perempuan menjadi pioner gerakan sejuta masker. Optimisme itu disampaikan Dewanti demi menekan potensi penyebaran.

Untuk menunjang itu, produksi masker yang dibuat oleh warga desa ataupun kelurahan yang ada di Kota Batu terus digencarkan.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

"Harapan saya jangan ada yang sakit lagi di Kota Batu. Semoga seluruh masyarakat mendapat hidayah agar dapat nurut pada disiplin protokol. Terus terang saya masih sering menjumpai yang tidak pakai masker. Saya pernah lewat di rumah makan, awalnya tidak mau mampir. Ketika melihat pelayannya tidak pakai masker, langsung saya tegur," tegas Dewanti.

Dirinya pun memerintahkan kepada jajarannya agar disiplin menegakkan aturan dan memberikanan sanski tegas jika penerapan protokol kesehatan tidak dilaksanakan. Agar penerapan tak hanya di masyarakat, ASN juga akan mendapat surat peringatan misal tidak disiplin protokol kesehatan.

"Saya sudah dari awal bilang, ketika ada ASN ketemu saya tidak pakai masker, maka beri SP 1, sampai SP 3 turunkan pangkatnya. Saya kasih SP kalau jalan di luar tidak pakai masker. Apalagi pakai seragam," terangnya.

Baca Juga: Mikutopia, Destinasi Wisata Alternatif di Kota Batu

Diharapkan Dewanti, ASN dapat memberikan contoh kepada masyarakat. Maka dari itu, ASN pun harus disiplin.

"Alhamdulillah sekarang dibantu oleh tenaga ibu-ibu. Kalau masker habis, bilang. Kami kasih lagi," janji dia.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.