Jumat, 12 Jun 2026 05:15 WIB

Pandemi Covid-19

Gerakan 26 Juta Masker di Jatim Dimulai dari Malang Raya

 Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam peluncuran Gerakan 26 Juta Masker di Malang Raya
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam peluncuran Gerakan 26 Juta Masker di Malang Raya

jatimnow.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meluncurkan 'Gerakan 26 Juta Masker'.

Gerakan ini dimulai dari Malang Raya yaitu Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu, diikuti kabupaten dan kota lainnya se Jawa Timur, Jumat (7/8/2020) siang.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

Gerakan pembagian masker yang juga berkolaborasi dengan Ketua Tim Penggerak PKK Nasional Ibu Tri Tito Karnavian ini dimulai di Pendopo Kabupaten Malang dan berlanjut di beberapa titik.

Titik-titik tersebut di antaranya Kampung Heritage Kauman Kabupaten Malang, Desa Mulyo Agung, Kecamatan Dau dan Kampung Ekologi Temas Kota Batu.

"Tercatat sampai dengan kemarin ada 26 juta masker yang siap untuk dibagikan kepada seluruh elemen baik warga Jawa Timur maupun yang sedang berkunjung ke Jawa Timur," ungkap Gubernur Khofifah.

26 juta masker kain ini merupakan total gabungan dari kabupaten dan kota seluruh Jatim yang masing-masing menyiapkan jumlah yang berbeda.

Pemprov Jatim menyiapkan 4,5 juta masker, kemudian Kabupaten Malang 2 juta masker dan Kota Malang dengan 1,5 juta masker. Sementara kabupaten dan kota lainnya menyiapkan masing-masing 500 ribu masker.

Gubernur Khofifah menuturkan, bagi-bagi masker ini akan dilanjutkan dalam beberapa waktu ke depan. Dengan harapan masyarakat makin sadar dan mawas diri di era new normal, ada adaptasi baru yang harus dilakukan. Hal ini juga merupakan bentuk perlindungan bagi masyarakat.

"Dengan menggunakan masker kita tidak menularkan dan juga jangan sampai tertular," tambahnya.

Sementara Mendagri Tito Karnavian menjelaskan, dengan menggunakan masker, kurva penularan Covid-19 menurun 50-60 persen. Penurunan itu bisa terjadi apabila masyarakat menggunakan masker dengan cara yang benar.

Baca Juga: Pemberangkatan Haji Embarkasi Surabaya Capai 36 Kloter, Ada 23 Kursi Kosong

Oleh sebab itu, saat pembagian masker kepada masyarakat secara gratis, Mantan Kapolri ini meminta agar masyarakat diajarkan juga cara memakai masker dengan baik dan benar.

"Masker jangan dipakai dibawa hidung atau dibawa mulut, tapi digunakan untuk menutupi hidung dan mulut," jelasnya.

Tito menambahkan, penularan Covid-19 bisa melalui droplet dan aerosol. Penyebaran Covid-19 melalui percikan droplet terjadi pada saat orang batuk dan bersin yang menyembur mengandung droplet kemudian ada juga aerosol yang bentuknya lebih kecil dan tidak jatuh tapi terbang kemana mana.

"Sehingga apabila ada kegiatan yang diselenggarakan di tempat terbuka, saya mendukung penuh karena otomatis terdapat sirkulasi udara. Kalau di tempat tertutup, aerosol bisa berputar-putar di tempat itu dan memiliki potensi lebih besar," papar Tito.

Terkait pembagian masker secara gratis yang diselenggarakan pemerintah daerah, Tito mengimbau agar tidak hanya menggunakan dana APBD saja, tapi juga harus melibatkan pihak swasta.

Baca Juga: Icha Yang, Penyanyi Asal Jember yang Gebrak Panggung Hunan TV China

Menurutnya, apabila pihak swasta dilibatkan, maka upaya dalam penyebaran masker akan lebih cepat dilakukan, sehingga potensi angka penurunan Covid-19 semakin mungkin terjadi.

"Dengan ikut sertanya masyarakat, maka semangat kegotongroyongan di saat menghadapi Pandemi Covid-19 terwujud," tambahnya.

Tito juga berharap organisasi lain ikut serta di dalamnya. Di antaranya Ibu-ibu Bhayangkari, Persit, Dharma Wanita, Muslimat NU dan PKK. PKK harus turun sampai ke RT-RW, sampai ke rumah-rumah door to door.

"Oleh karena itu dicari kader-kader yang berani dan usianya kira-kira di bawah 50 tahun. Kemudian kader yang diperbantukan yang tidak memiliki penyakit komorbid atau penyakit bawaan," sambung Tito.

Dalam launching siang itu, turut hadir Jajaran Forkopimda Jatim, para pejabat Pemprov Jatim, Bupati Malang Sanusi, Wali Kota Malang Sutiaji, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko serta para kepala OPD di jajaran Pemprov Jatim dan Pemkab Malang.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.