Sabtu, 20 Jun 2026 08:06 WIB

Pilwali Surabaya 2020

Dahlan Iskan: Kita Punya Kewajiban Menjadikan Machfud Arifin Wali Kota

 Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan di acara Temu Tokoh Pengusaha dengan Machfud Arifin
Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan di acara Temu Tokoh Pengusaha dengan Machfud Arifin

jatimnow.com - Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan menilai masyarakat Kota Pahlawan punya kewajiban untuk memilih dan menjadikan Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin sebagai wali kota Surabaya.

"Jadi sekarang ini bukan kita dukung Pak Machfud. Tapi kita ini punya kewajiban menjadikan Pak Machfud menjadi wali kota, karena pada dasarnya kita lah yang memerlukan beliau," kata Dahlan Iskan saat memberikan sambutan di acara Temu Tokoh Pengusaha dengan Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin, Calon Wali Kota Surabaya, di Hotel Samator Surabaya Timur, Kamis (6/8/2020) malam.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Katanya, untuk apa Machfud Arifin yang sudah memiliki pangkat jenderal bintang dua report-repot mau menjadi wali kota Surabaya.

"Tetapi kan hidup tidak begitu. Kita perlu Surabaya naik kelas, lebih maju lagi. Naik kelas dalam pengertian luar dalam," ujarnya.

Katanya, banyak problem di Surabaya seperti kampung-kampung yang sangat kumuh.

"Yang itu tidak bisa selesai tanpa pemikiran yang mendasar," ujarnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Nah ini kita memperbaiki generasi yang akan datang. Bukan hanya supaya kotanya ini menjadi kota global, tidak hanya itu. Itu juga penting. Tapi manusianya juga harus dibangun," tutur Dahlan Iskan.

Dahlan yang juga tokoh pengusaha ini menceritakan sepak terjang Machfud Arifin saat menjabat Kapolda Jatim. Katanya, Machfud mengerjakan sesuatu yang melebihi tugasnya dan hasilnya luar biasa.

Seperti membangun masjid yang megah, membangun gedung bertingkat, membangun rumah sakit hingga membangun rumah jabatan kapolda yang tidak akan ditempati Machfud Arifin selamanya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Membangun rumah jabatan yang beliau tahu tidak akan tinggal di rumah jabatan itu nanti. Ini berarti beliau ini pingin membangun-membangun-membangun tidak peduli membangun ini tidak untuk dirinya sendiri. Itu yang saya lihat," terangnya.

"Dan akhirnya sampai kesimpulan bahwa, sudahlah saya tidak menemukan (calon wali kota) yang lain lagi," jelasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.