Minggu, 14 Jun 2026 12:41 WIB

Sekap Pemilik Toko, Komplotan Pencuri Kuras Harta hingga Rp 1 Miliar

Polisi saat melihat lokasi.
Polisi saat melihat lokasi.

jatimnow.com - Aksi yang dilakukan 8 orang komplotan pencuri bisa disebut nekat. Bagaimana tidak, setelah berhasil masuk ke dalam toko Slamet, di Desa Gendingan, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, mereka juga nekat menyekap pemilik toko.

Awalnya, aksi ini ketahuan karyawan toko yakni Setyono dan Wahyudi. Mereka melihat 8 orang memakai penutup kepala dan membawa senjata berupa parang masuk ke dalam kamar.

Baca Juga: Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

"Pelaku mengancam keduanya, kemudian keduanya diikat tangan dan kaki dengan tali rafia, mulut disumpal dengan kain dan mata ditutup dengan kain," kata Kasubag Humas Polres Ngawi AKP Eko Setyomartono, Rabu (16/5/2018).

Selanjutnya, komplotan pencuri ini mengambil HP milik korban. Setelah itu, para pelaku mencongkel jendela dan masuk ke dalam rumah.

Baca Juga: Ajak Pesta Miras Petugas Jaga, Pemuda di Tulungagung Bobol Kantor Disbudpar

"Di dalam rumah, mereka menyekap pemilik rumah dan toko Slamet Hariyanto dengan menggunakan lakban," urainya.

Ia menjelaskan, setelah berhasil menyekap semua orang, maling dengan leluasa menguras harga milik korban, yaitu uang tunai kurang lebih sebesar Rp 50 juta, mata uang asing berupa Dollar AS, Dollar Singapura, Won Korea, Baht Thailand dan Ringgit Malaysia senilai kurang lebih sebesar Rp 100 juta.

Baca Juga: Polda Jatim Gulung Komplotan Maling Spesialis Rumah Kosong, Beraksi di 13 TKP

Selain itu, perhiasan emas senilai kurang lebih sebesar Rp 400 juta, logam mulia seberat 4 ons (senilai Rp 400 juta, jam tangan emas senilai Rp 50 juta, 1 buah decorder cctv, 4 handphone android.

"Jika ditotal semuanya, barang yang dikuras senilai kurang lebih Rp 1 miliar," pungkasnya.


Reporter: Mita Kusuma
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.