Senin, 15 Jun 2026 06:05 WIB

Unair Beri Sanksi DO untuk Mahasiswa Terduga Pelaku Pelecehan 'Pocong'

Tangkapan layar thread akun Twitter akun @m_fixxxx
Tangkapan layar thread akun Twitter akun @m_fixxxx

jatimnow.com - Universitas Airlangga (Unair) Surabaya resmi memberikan sanksi droup out (DO) kepada G, mahasiswa yang diduga telah melakukan pelecehan seksual 'pocong' berkedok riset.

Rektor Unair Prof. Nasih menyatakan, G dinyatakan melakukan pelecehan fetish kain jarik, yaitu meminta para korbannya membungkus dirinya layaknya pocong. Rata-rata korbannya sesama mahasiswa.

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Menurut Prof. Nasih, Unair telah melakukan komunikasi dengan keluarga G. Bersama Komite Etik Unair, keluarga mengaku menyesali perbuatan G tersebut. Pihak keluarga juga menerima keputusan yang diberikan pihak universitas kepada G.

Setelah melakukan pertemuan dengan keluarga G melalui zoom, Prof. Nasih bersama jajaran Komite Etik Unair memutuskan untuk memberikan sanksi DO kepada G, yang saat ini sedang menempuh semester 10.

Prof. Nasih menegaskan bahwa mahasiswa dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) itu sangat merugikan nama baik dan citra Unair.

Baca juga:  

"Kasus G ini kami nilai sudah sangat merugikan nama baik dan citra Unair sebagai PTN (perguruan tinggi negeri) yang mengusung nilai inti excellence with morality," paparnya, Rabu (5/8/2020).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Prof. Nasih menyebut, putusan yang telah diberikan itu mengacu banyak pertimbangan. Pertama dengan memperhatikan pengaduan korban yang mengaku dan merasa dilecehkan. Korban juga merasa direndahkan martabat kemanusiannya oleh G.

"Kami juga mempertimbangkan putusan setelah mendengarkan klarifikasi dari keluarga G," ungkapnya.

Untuk itu, sambung Prof. Nasih, perilaku menyimpang mahasiswa angkatan 2015 yang telah merugikan banyak pihak itu telah mendapat balasan yang setimpal.

"Perihal proses selanjutnya, baik proses hukum dan lain-lain, tentu kami pihak universitas dengan sepenuhnya menyerahkan hal tersebut kepada aparat yang berwenang," pungkas Prof. Nasih.

Baca Juga: BTN Gandeng UNAIR, Perkuat Literasi Finansial dan Ekosistem Kampus Digital

Aksi G terbongkar setelah salah satu korban speak up melalui akun Twitternya. Postingan itu pun menjadi viral, hinggal beberapa korban lain akhirnya terungkap. Dugaan pelecehan yang dilakukan G tersebut juga tengah diselidiki Unit Siber Satreskrim Polrestabes Surabaya.

 

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.