Minggu, 14 Jun 2026 17:10 WIB

Pandemi Covid-19

Beberapa Event dalam Rangkaian Grebeg Suro Ponorogo Ditiadakan

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 04 Agu 2020 12:55 WIB
Rangkaian Grebek Suro Ponorogo (Foto: Dok. jatimnow.com)
Rangkaian Grebek Suro Ponorogo (Foto: Dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Rangkaian Grebeg Suro Ponorogo tahun ini dipastikan bakal digelar berbeda dengan tahun sebelumnya. Pemkab setempat meniadakan sejumlah acara yang mengundang banyak massa dalam rangkaian itu.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni menjelaskan, Festival Nasional Reyog Ponorogo (FNRP) dan sejumlah event lain yang mengundang massa dalam jumlah besar dalam rangkaian Grebeg Suro ditiadakan.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Festival Nasional Reyog Ponorogo tidak ada. Tapi beberapa kegiatan yang tidak melibatkan banyak massa, boleh," terang Bupati Ipong, Selasa (4/8/2020).

Bupati Ipong menjelaskan, peniadaan Festival Nasional Reyog Ponorogo dalam rangkaian Grebeg Suro bukan tanpa alasan. Sebab event itu selalu dibanjiri penonton, termasuk wisatawan dari mancanegara.

"Grebeg Suro sehari saja, yang datang bisa lebih dari 10 ribu orang. Pembukaan dan penutupan malah bisa sampai 50 ribu sampai 100 ribu. Itu bisa menciptakan kerawanan terkait penyebaran Covid-19," jelas Bupati Ipong.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Pemkab juga meniadakan larung sesaji di Telaga Ngebel yang juga biasa digelar dalam rangkaian Grebeg Suro.

"Yang boleh hanya kegiatan yang tidak dihadiri banyak massa, terutama dari luar daerah," bebernya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Bupati Ipong mencontohkan beberapa kegiatan seni budaya yang masih diperbolehkan, antara lain reyog bulan purnama dan reyog obyok. Sedangkan event lain yang tidak berpeluang mengundang banyak massa masih dalam kajian.

"Pembukaan-penutupan Grebeg Suro, FNRP, kirab, itu tidak boleh. Kalau pameran bonsai, pusaka, mungkin masih bisa dilaksanakan. Reyog Jazz tidak digelar. Banyak yang masih dalam pertimbangan. Intinya kami tidak ingin ada kegiatan dengan jumlah massa besar," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.