Senin, 15 Jun 2026 14:37 WIB

Biasa Disapa Teguh, Terduga Teroris di Manukan Wetan ini Punya 3 Anak

  • Penulis :
  • | Selasa, 15 Mei 2018 18:58 WIB
Suasana di tempat kejadian perkara usai baku tembak/Foto: Narendra Bakrie
Suasana di tempat kejadian perkara usai baku tembak/Foto: Narendra Bakrie

jatimnow.com - Penghuni rumah terduga teroris yang baku tembak dengan polisi, mulai terkuak identitasnya.

Dari infomasi yang didapat jatimnow.com, rumah tersebut dihuni oleh satu keluarga, terdiri dari pasangan suami istri dengan 3 orang anak yang masih kecil. Mereka baru indekos ditempat tersebut sejak 1 tahun lalu.

Baca Juga: Petugas Kebersihan Surabaya Temukan Granat Nanas Aktif di Taman Gereja

Menurut salah seorang tetangganya, penghuni rumah tersebut biasanya disapa dengan nama Teguh dan istrinya disapa dengan nama Yanti.

Keluarga tersebut, memiliki dua anak yang seharusnya masih bersekolah SD, namun kini tidak sekolah, dan satu anak yang seumuran anak TK.

"Anaknya tidak ada yang sekolah sekarang," kata salah seorang warga yang mengaku bernama Ningsih.

Ia mengaku tidak ada yang mencurigakan dengan perilaku keluarga tersebut. Bahkan, sang istri berpakaian biasa dalam kesehariannya alias tidak bercadar.

Sebelumnya, baku tembak yang mewarnai jalannya penangkapan terduga teroris di Jalan Sikatan 4, Manukan Wetan, Tandes, Surabaya Selasa (15/5/2018) sekitar pukul 17.00 WIB, tadi menggegerkan warga.

Baca Juga: 5 Trending Topik Pekan Ini, Nomor 4 Jangan Coba-coba Bercanda Soal Ini!

Menurut warga, sempat terdengar beberapa kali tembakan dari arah rumah yang ada di Jalan Sikatan 4 tersebut. Usai baku tembak, warga melihat polisi langsung memasang garis polisi dengan radius sekitar 300 meter dari rumah tersebut.

Belum diketahui jelas identitas maupun dari kelompok mana terduga teroris tersebut.

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan adanya penangkapan yang disertai penembakan di wilayah Surabaya Barat tersebut.

Barung menerangkan, berdasar informasi yang diterimanya, terduga teroris berjenis kelamin laki-laki, berusia 39 tahun.

Ia dikabarkan tewas karena berupaya melawan petugas yang hendak menangkapnya.

Baca Juga: Dari Cikeas Bogor, Napiter Asal Gresik dan Malang Dipindah ke Kediri

"Pelaku melawan dan membahayakan petugas, sehingga dilakukan tindakan tegas dengan dilumpuhkan. Hanya itu informasi yang kami terima saat ini," ujar Frans Barung saat ditemui di Humas Mapolda Jatim, Selasa (15/5/2018).

 Sementara itu, berdasar informasi yang masuk ke redaksi jatimnow.com, lokasi penangkapan yang disertai tembakan tersebut berada di Manukan Wetan

Reporter: Narendra Bakrie
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.