Jumat, 12 Jun 2026 04:40 WIB

Canangkan Program Kotaku, 6 Kelurahan di Ponorogo Mulai Dibangun

Peletakan batu pertama Program Kotaku di Ponorogo
Peletakan batu pertama Program Kotaku di Ponorogo

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mulai mencanangkan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Pada Tahun 2020, ada 6 kelurahan yang mendapatkan program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang diperjuangkan oleh anggota komisi V DPR RI, Sri Wahyuni.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Sri Wahyuni mengatakan bahwa program ini memang dibawah kendali kementerian yang menjadi partner kerja komisi V. Ia pun mengajukan kepada Menteri PUPR.

"Khusus untuk kawasan yang terlihat kumuh, kita yang menunjuk. Tapi yang menentukan tetap kementerian. Saya mengajukan 10 dikabulkan 6," kata Sri Wahyuni yang juga istri dari Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni.

Ia berharap program Kotaku berjalan dengan lancar.

"Mudah-mudahan anggaran tidak dipotong banyak, tahun depan," harapnya.

Sementara Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni berterima kasih dengan perjuangan Sri Wahyuni. Dia menjelaskan program Kotaku bukan program baru di Ponorogo.

"Sudah beberapa kali. 2018 lalu sekitar 3 kelurahan, 2019 tidak ada kemudian 2020 ini dapat 6 kelurahan, " terang Bupati Ipong Muchlissoni usai peletakan batu pertama Kotaku di Kelurahan Surodikraman.

Baca Juga: SIG Gandeng Taiheiyo Cement Corporation untuk Ekspansi Bisnis Soil Stabilization

"Kami alokasikan di APBD sejumlah Rp 3 Miliar. Itu rencananya untuk 3 kelurahan," imbuhnya.

Namun, ternyata oleh Sri Wahyuni program itu diperjuangkan hingga mendapatkan Rp 6 Miliar untuk 6 kelurahan.

"Jadi patut bersyukur. Yang alokasi Rp 3 Miliar kami alihkan untuk biaya Pilkada dan kemarin ada pemotongan untuk Covid-19," paparnya.

Ia menjelaskan di dalam program Kotaku, masyarakat akan terlibat langsung perencanaan, penentuan, sampai pelaksanaan dan evaluasi, dikelola melalui koordinasi badan keswadayaan masyarakat.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Sehingga uang Rp 1 miliar ditransfer dari Jakarta tidak melalui APBD namun ke Badan Keswadayaan Masyarakat dan dikelola di sana.

"Mudah-mudahaan efektif, uang itu bisa termanfaatkan masyarakat bagi 6 kelurahan yang mendapat. Yaitu Kelurahan Surodikraman, Kadipaten, Kertosari, Patihan Wetan, Setono, dan Purbosuman, " pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.