Kamis, 18 Jun 2026 22:50 WIB

Pilwali Surabaya 2020

Wong Kito Galo Siap Ajak Warga Surabaya Menangkan Machfud Arifin

Calon Wali Kota Machfud Arifin silaturahmi dengan komunitas Wong Kito Galo
Calon Wali Kota Machfud Arifin silaturahmi dengan komunitas Wong Kito Galo

jatimnow.com - Warga asal Sumatera Selatan yang tergabung dalam komunitas Wong Kito Galo ingin ikut mensukseskan Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya 9 Desember 2020.

Mereka juga mengajak warga Kota Pahlawan untuk memenangkan Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin sebagai Wali Kota Surabaya.

Baca Juga: Seru! SporTrip Fun Tournament Sukses Pererat Solidaritas Anggota

"Kita tetap mendukung, karena kebetulan istrinya Pak Machfud Arifin ini adalah orang Palembang. Banyak sekali warga Sumatera Selatan di Surabaya, di Jawa Timur. Bahkan ada yang ber-KTP Surabaya," ujar Penasehat Wong Kito Galo Provinsi Jawa Timur, Lufsiana Abdullah saat acara silaturahmi dengan Machfud Arifin dan istrinya Ny Lita Machfud Arifin, Sabtu (18/7/2020).

"Jadi ada Wong Kito Galo, ada orang Sumatera Selatan yang ingin maju di sini, ingin bersama-sama membangun Kota Surabaya, kita akan mendukung," terangnya.

Dalam pertemuan itu, Calon Wali Kota (Cawali) Surabaya Machfud Arifin arek Ketintang ini memaparkan kondisi Kota Pahlawan zaman dulu, zaman sekarang hingga rencana pembangunan di masa akan datang.

Machfud akan mempertahankan Surabaya yang cantik dengan tanaman pohon 'Sakura' Tabebuya, trotoar di jalur protokol yang indah.

Namun, karena ingin memajukan kota Surabaya benar-benar menjadi kota terbesar nomor dua, banyak program yang disampaikan Machfud mulai membahas pendidikan, kesehatan.

Memperhatikan tempat hunian warga yang layak hingga pembangunan infrastruktur sungai, jalan, yang dapat bermanfaat bagi warga Surabaya, baik untuk tempat wisata maupun menyediakan tempat bagi para pedagang kaki lima (PKL).

Menurut Lufsiana, apa yang dipaparkan Machfud Arifin untuk memajukan Kota Surabaya dan memakmurkan warga sangat bagus.

"Bagus konsep-konsepnya. Visi misinya juga bagus untuk Kota Surabaya," tuturnya.

Baca Juga: SportTrip.id, Wadah Baru Pemuda Surabaya untuk Olahraga dan Aksi Lingkungan

Lufsiana yang ditokohkan masyarakat Bumi Sriwijaya di Jawa Timur ini menilai keputusan Machfud Arifin maju sebagai calon Wali Kota Surabaya karena ingin mengabdikan dirinya untuk membangun Kota Pahlawan lebih maju lagi.

"Beliau ini sebenarnya tingkatannya level pemerintah provinsi. Beliau sebenarnya sudah tingkatan gubernur," katanya.

"Mencalonkan wali kota sebenarnya turun grade-nya, kan mantan kapolda. Beliau tiga kali memimpin sebagai kapolda, artinya setara tingkatannya level gubernur. Karena tuntutan dari banyak macam pihak dan ingin mengabdi, beliau bersedia turun menjadi wali kota," terangnya.

Ia berharap, warga Surabaya yang multi etnis dapat bersatu membangun Surabaya lebih baik lagi.

"Kita berharap Surabaya ini kan warganya multi (etnis). Jadi tidak hanya orang Surabaya sendiri, tapi orang luar juga menjadi warga Surabaya , ada yang dari Medan Sumatera Utara, dari Kalimantan, dari Sulawesi, dari Ambon juga banyak di Surabaya. Mari dirangkul semua, ini adalah Indonesia," harapnya.

Baca Juga: Peringati Hari Bhayangkara ke-79, Ini Pesan Gubernur Khofifah

"Kita sebagai Wong Kito Galo mengajak seluruh warga Surabaya, mari kita dukung niat baiknya Pak Machfud Arifin untuk menjadi Surabaya 1 (wali kota)," jelas Lufsiana.

Sementara itu, Cawali Surabaya yang diusung koalisi 8 partai, PKB, PAN, Gerindra, Demokrat, PPP, NasDem, Golkar, dan PKS mengucapkan terima kasih kepada komunitas warga Surabaya asal Sumatera Selatan yang ikut mendukung dirinya di Pilwali Surabaya 9 Desember 2020.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Wong Kito Galo yang ada di Surabaya. Mari kita bersama-sama dengan semua elemen masyarakat untuk membangun dan menjadikan Surabaya lebih maju dan warganya makmur," kata Machfud Arifin.

Komunitas Wong Kito Galo dukung Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin jadi Wali Kota Surabaya 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.