Minggu, 21 Jun 2026 01:55 WIB

Kembangkan Destinasi Wisata, Jawa Timur Bangun Kawasan Ekonomi Khusus

  • Penulis :
  • | Senin, 14 Mei 2018 18:53 WIB
Kawah Ijen merupakan salah satu destinasi wisata di Jawa Timur.
Kawah Ijen merupakan salah satu destinasi wisata di Jawa Timur.

jatimnow.com - Provinsi Jawa Timur terus mengembangkan destinasi-destinasi wisata baru untuk mendorong masuknya wisawatan, tidak hanya domestik tetapi juga mancanegara. Upaya pengembangan ini salah satunya dengan membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang di dalamnya terdapat kawasan wisata baru.

Hal itu diungkapkan oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat menghadiri acara Focus Group Discussion (FGD) Collaborative Destination Development dengan tema “Development of Tourism in East Java Preparing for Welcome to The Presence of One Million Foreign Tourist Arrival in 2025” di Hotel JW Marriot Surabaya, Senin (14/5/2018).

Baca Juga: Beasiswa LPPD Jatim 2026 Dibuka, Siapkan Kuota Kampus Al-Azhar Mesir

“Ini sedang kami usulkan pembangunan KEK di kawasan Singosari Kabupaten Malang seluas sekitar 200 hektar, dekat Candi Berawan. Ini nanti bisa jadi alternatif wisata baru bila mau ke kawasan Bromo Tengger Semeru (BTS) dari Surabaya bisa melalui jalur ini,” kata dia.

Pakde Karwo, sapaan lekat Gubernur Jatim ini mengatakan, upaya penambahan destinasi wisata ini juga untuk mendukung langkah PT. Angkasa Pura I (Persero) yang berupaya meningkatkan jumlah penerbangan ke Surabaya.

Tidak hanya itu, ia juga mengusulkan kepada PT. Angkasa Pura I (Persero) agar bandara di Malang dan Banyuwangi dikembangkan menjadi bandara internasional. Salah satunya dengan pengembangan runway, sehingga bisa dilewati pesawat besar. Juga, pengembangan bandara di Bawean, Sumenep dan Jember.

Selain mengembangkan bandara, lanjut Pakde Karwo, pemerintah juga terus mendorong pembangunan infrastruktur untuk menunjang destinasi wisata, salah satunya pembangunan jalan tol dari Surabaya-Malang. Apalagi, setiap akhir pekan jalur Surabaya-Malang sering mengalami kemacetan parah.

“Infrastruktur kita sampai sekarang belum bagus. Surabaya-Malang kalau akhir pekan bisa enam jam. Nanti kalau tol sudah selesai semua sampai Probolinggo, ke Bromo bisa 2,5 jam dari Surabaya,” kata dia.

Menurutnya, kondisi pariwisata di Jatim terus menunjukkan angka yang baik. Hal ini terlihat dari jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jatim tahun 2017 sebanyak 625.729 orang, tumbuh 1,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 618.615 orang.

Sedangkan daerah tujuan wisata favorit yang sering dikunjungi wisman diantaranya adalah kawasan Bromo-Tengger-Semeru, Kawah Ijen, dan Taman Nasional Alas Purwo.

Terkait FGD ini, Pakde Karwo sangat mengapresiasi. Kegiatan ini menjadi kolaborasi dari berbagai pihak untuk mengembangkan sektor pariwisata terutama di Jatim.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

Ia berharap, melalui pertemuan ini lahir gagasan dan kebijakan yang baik bagi sektor pariwisata Jatim.

Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT. Angkasa Pura I (Persero) Devi Suradji mengatakan, tiga faktor yang mendukung pariwisata adalah attraction (atraksi wisata), accessibility (akses untuk mencapai daerah wisata), dan amenity (fasilitas dan jasa wisata).

Namun, melihat kondisi sekarang, ada dua faktor tambahan penting yakni security dan safety. Faktor keamanan dan kenyamanan ini juga menjadi salah satu faktor penting bagi wisatawan.

Hal tersebut yang kemudian mendorong PT. Angkasa Pura I (Persero) melaksanakan FGD ini untuk membangun sinergi antara AP I dengan berbagai pihak. Acara ini serentak dilaksanakan di 13 bandara di Indonesia dengan tema yang berbeda-beda.

“Bandara menjadi entry point pertama saat wisatawan masuk sebelum ke tempat wisata. Jadi bandara ini yang harus terus dikembangkan sehingga penumpang yang datang tidak sekali tapi bisa berulang,” katanya.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

Devi juga mengusulkan pengembangan tempat wisata baru agar wisatawan yang datang bisa kembali lagi, seperti yang ada di Pulau Dewata, Bali.

“Bagaimana membangun destinasi suistanable yakni membuat penumpang yang bahagia, nyaman dan aman mau kembali lagi kesini,” katanya.

Selain dihadiri oleh beberapa bupati/walikota, FGD ini dihadiri juga oleh beberapa kepala OPD, pihak maskapai penerbangan dan Assosiation of Indonesia Tours and Travel atau Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA).

 

Penulis/editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.