Selasa, 16 Jun 2026 22:20 WIB

Pandemi Covid-19

Sempat Terhenti, Gebyar Reog Kembali akan Digelar di Ponorogo

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 14 Jul 2020 15:45 WIB
Gebyar Reog di Ponorogo
Gebyar Reog di Ponorogo

jatimnow.com - Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Ponorogo kembali mencanangkan Gebyar Reog setiap tanggal 11 tiap bulan yang sempat terhenti karena adanya Pandemi Corona atau Covid 19 sebagai uji coba.

"Tujuan dari pencanangan Gebyar Reog ini adalah karena banyaknya permintaan dari masyarakat yang sudah 3-4 bulan ini tidak menyaksikan kesenian asli Ponorogo," kata Kepala Disbudparpora Agus Sugiarto, Selasa (14/07/2020).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Menurutnya, pencanangan itu diadakan di Pendopo Agung Pemkab Ponorogo pada Jumat (10/7/2020) lalu. Kemudian pencanangan itu sebagai rule mode standard operasional prosedur pelaksanaan gelar Reog setiap tanggal 11 tiap bulan.

"Kita akan evaluasi, kalau bagus ya bulan depan bisa kita adakan lagi. Pasti ada evaluasi," lanjut dia.

Ia meminta kepada masyarakat untuk tetap patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan agar nguri-nguri budaya Reog ini tetap bisa ada.

"Ini kebudayaan kita yang sama-sama kita cintai. Maka harus selalu diadakan kendati memang dengan pelaksanaan dengan SOP yang ketat," lanjutnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Sementara itu, salah satu penari dalam kesenian Reog, Kumala Ziani Ramadhani mengatakan dirinya menyambut antusias dalam gelaran Gebyar Reog ini.

"Alhamdulillah senang sekali. Sudah 4 bulan vakum, tidak ada pemasukan," katanya.

Senada, Penari Ganongan (Bujang Anom) Panji Okta Permadi Arif Yoga mengatakan dirinya senang bisa kembali tampil agar dapat menjaga warisan seni budaya asli Ponorogo itu.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

"Alhamdulillah, pastinya temen-temen juga ikut senang," katanya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.