Selasa, 16 Jun 2026 22:46 WIB

Bomber Gereja di Surabaya Dikubur Dimana? Keluarga Banyuwangi Menolak

  • Penulis :
  • | Senin, 14 Mei 2018 17:33 WIB
Foto Keluarga Puji Kuswati bomber 3 Gereja di Surabaya
Foto Keluarga Puji Kuswati bomber 3 Gereja di Surabaya

jatimnow.com - Keluarga Puji Kuswati (43) di Dusun Krajan RT 3 RW 16, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, menolak untuk memakamkan jenazah bomber tersebut di Banyuwangi, Senin (14/5/2018).

Pihak keluarga meminta agar jenazah Puji beserta keluarganya dimakamkan di Surabaya, sesuai dengan alamatnya sekarang.

Baca Juga: Petugas Kebersihan Surabaya Temukan Granat Nanas Aktif di Taman Gereja

Rusiono, kerabat Puji di Banyuwangi mengatakan, keluarga mengaku syok dengan pemberitaan salah satu anggota keluarganya yang menjadi pelaku bom di Surabaya.

"Harapan keluarga, ke enam jenazah (bomber) dimakamkan sesuai alamat asalnya, di Surabaya," ujar Rusiono, Senin (14/5/2018).

Kejadian bom bunuh diri tersebut, dinilai telah mencoreng nama baik keluarga. Rusiono menegaskan tidak akan menerima jika jasad keluarga bomber tersebut nantinya dimakamkan di Banyuwangi.

keluarga Puji menilai, aksi bom bunuh diri dengan mengajak keempat anaknya telah membuat keluarga terpukul.

"Ini yang tidak bisa dipahami keluarga,” katanya.

Baca Juga: 5 Trending Topik Pekan Ini, Nomor 4 Jangan Coba-coba Bercanda Soal Ini!

Sikap yang diambilnya tersebut, merupakan kesepakatan seluruh keluarga yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Pertimbangannya, kata Rusiono, semata-mata untuk menjaga kondisi psikologis kejiwaan seluruh keluarga.

"Sekali lagi, kami berharap mereka dimakamkan sesuai alamat," pintanya.

Begitupun pernyataan Kepala Desa Tembokrejo Sumarto yang mengatakan menghargai pendapat dan sikap keluarga  terduga teroris tersebut.

"Kalau kami, sebenarnya tidak ada masalah. Tetapi, alangkah baiknya dimakamkan di Surabaya, sesuai alamatnya," jelasnya.

Baca Juga: Puluhan Kilogram Bahan Peledak di Tulungagung Dimusnahkan

Selain itu, lanjut Sumarto, di sekitar tempat kelahiran pelaku tidak banyak yang mengenalnya. Karena memang, sejak usia 20 bulan Puji Kuswati tinggal di Magetan.

"Saya baru tahu dari pemberitaan kalau salah satu pelaku (Puji Kuswati) orang tuanya dari desa kami. Tapi sejak kecil diasuh oleh tantenya di Magetan, karena tantenya itu tidak punya anak," pungkasnya.

Reporter: Hafiluddin Ahmad
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.