Selasa, 16 Jun 2026 22:43 WIB

Pandemi Covid-19

Rencana Penerapan Jam Malam di Surabaya Disebut Langkah Frustrasi

  • Penulis :
  • | Rabu, 08 Jul 2020 19:28 WIB
Balai Kota Surabaya (Foto: Dok. jatimnow.com)
Balai Kota Surabaya (Foto: Dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan kembali menerapkan jam malam untuk mencegah penyebaran Covid-19. Keputusan itu disebut sebagai langkah frustrasi.

Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi B DPRD Kota Surabaya Mahfudz.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

"Menurut saya jam malam itu adalah langkah frustrasi sebenarnya. Jadi pemerintah kota sudah frustrasi, tidak punya solusi yang efektif yang bisa mencegah virus ini. Akhirnya jam malam diberlakukan kembali," ungkap Mahfudz, Rabu (8/7/2020).

Dia bahkan meyakini bahwa penerapan jam malam tidak ada gunanya.

"Apapun itu ya, efek jam malam untuk pencegahan Corona itu apa? Nggak ada. Kalau memang mau dilakukan, ya sudah di-lockdown saja," tegasnya.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

"Artinya nggak boleh keluar, di rumah semua, itu benar-benar kita mencegah penyebaran. Tapi jam malam, jam sekian sampai jam sekian, besoknya aktivitas lagi, nggak ada efeknya," tambah Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Untuk itu, Mahfudz meminta agar jajaran pemerintahan Wali Kota Tri Rismaharini (Risma) lebih bijak. Sebab di Kota Pahlawan masih banyak warga yang punya usaha di malam hari. Begitu diberlakukan jam malam, maka waktu usahanya akan terpotong.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Banyak orang-orang itu, warga yang usahanya mulai habis Maghrib kalau jam malam, berapa jam mereka buka usahanya? Apa pemerintah kota berani memberikan subsidi untuk mereka? Ini juga yang harus dipikirkan," ungkap politisi muda ini.

Untuk diketahui, Pemkot Surabaya mengubah Perwali No. 28 Tahun 2020 soal transisi new normal. Perwali itu akan mengatur pembatasan aktivitas malam atau jam malam mulai pukul 22.00 sampai 05.00 Wib.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.