Rabu, 10 Jun 2026 21:09 WIB

Bomber Gereja di Surabaya di Mata Keluarga

  • Penulis :
  • | Senin, 14 Mei 2018 12:18 WIB
Puji Astutik (jibab biru) bersama dengan keluarganya.
Puji Astutik (jibab biru) bersama dengan keluarganya.

jatimnow.com - Keluarga pelaku bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018) pagi, diketahui berasal dari Kabupaten Banyuwangi.

Puji Astutik, istri dari Dita Oepriarto, warga di Jalan Rungkut Wonorejo Asri XI No 14A, Rungkut, Surabaya yang meledakkan diri bersama kedua anaknya itu lahir di Dusun Krajan RT 3 RW 16 Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, 43 tahun lalu.

Baca Juga: Petugas Kebersihan Surabaya Temukan Granat Nanas Aktif di Taman Gereja

Salah seorang perwakilan keluarga, Rusiono membenarkan bahwa Puji Astutik merupakan anak ke tiga dari 4 bersaudara.

Namun, sejak usia 20 bulan, ia di asuh oleh salah seorang kerabat keluarganya di bilangan Kabupaten Magetan Jawa Timur.

“Memang (Puji Kuswati) kelahiran Tembokrejo. Namun, sejak umur 20 bulan diasuh budenya (tantenya, red) di Magetan,” katanya, Senin (14/5/2018).

Di mata keluarga Puji Astutik adalah sosok yang tertutup, jarang berkomunikasi, dan jarang pulang ke kampung kelahirannya.

Bahkan, menurut Rusiono, saat akan menikah dengan suaminya, Dita Upriyanto, pihak keluarga di Banyuwangi tidak setuju dan menolak pernikahan tersebut dilangsungkan.

"Terlihat agak aneh (suaminya, red), terutama pemahaman soal keagamaan. Jadi, keluarga di Banyuwangi menolak, tapi tetap nekat menikah,” lanjutnya yang terlihat syok.

Terakhir, lanjut Rusiono, Puji Kuswati bersama keluarganya pulang ke Banyuwangi dimedio Januari 2018.

Baca Juga: 5 Trending Topik Pekan Ini, Nomor 4 Jangan Coba-coba Bercanda Soal Ini!

Selama tinggal di Wisma Indah Blok A 22, Rungkut Kelurahan Wonorejo Surabaya, keluarga di Banyuwangi tidak mengetahui aktivitas sehari-harinya.

"Keluarga disini tak menyangka bersama suami dan keempat anaknya hingga berbuat nekat," keluhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tembokrejo Sumarto membenarkan jika pelaku bom bunuh diri di GKI Surabaya itu lahir di daerahnya.

Namun, secara administrasi kependudukan tidak tercatat sebagai warga Desa Tembokrejo Kecamatan Muncar.

Baca Juga: Puluhan Kilogram Bahan Peledak di Tulungagung Dimusnahkan

“Sesuai pengakuan keluarga, sejak kecil diasuh budenya (tantenya, red) di Magetan. Jadi, bukan warga Muncar, hanya kelahiran sini,” tegasnya.

Sebelumnya, tiga gereja di Surabaya diteror ledakan bom berantai. Tiga gereja tersebut adalah, Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Surabaya, GKI di Jalan Diponegoro, serta satu gereja di Jalan Arjuno Surabaya.

Reporter: Hafiluddin Ahmad

Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.