Selasa, 16 Jun 2026 13:46 WIB

Jumlah Pasien Umum di Pasuruan Menurun Selama Pandemi Covid-19

  • Penulis : Moch Rois
  • | Selasa, 30 Jun 2020 16:50 WIB
RSUD R. Soedarsono Kota Pasuruan
RSUD R. Soedarsono Kota Pasuruan

jatimnow.com - Selama Pandemi Covid-19, rumah sakit (RS) milik kabupaten dan Kota Pasuruan mengalami penurunan jumlah pasien umum. Banyak faktor yang mengakibatkan penurunan jumlah warga yang berobat di rumah sakit.

Seperti di RSUD Bangil. RS plat merah milik Pemerintah Kabupaten Pasuruan itu mengalami penurunan jumlah pasien umum 40 hingga 50 persen.

Baca Juga: Wisata Medis Malaysia Kian Diminati, 20 RS Hadir di Surabaya

"Sangat menurun. Pertama memang kita membatasi kunjungan dan mempersempit jam buka pendaftaran. Kedua, memang ada ruang yang biasanya untuk rawat jalan, kita peruntukan untuk Covid-19. Perkiraan penurunannya 40-50 persen," kata Humas RSUD Bangil, Hayat, Selasa (30/6/2020).

Apakah faktor penurunan jumlah pasien umum itu karena ketakutan masyarakat terhadap penularan Virus Corona, Hayat mengaku belum melakukan survei terhadap hal itu.

"Secara pasti untuk hal tersebut kami belum survei. Tapi dari beberapa pendapat, ada yang menyebutkan demikian," ujar dia.

 RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan

Baca Juga: Kebakaran RSUD dr Soetomo Surabaya, 1 Pasien Dilaporkan Tewas

Sementara itu di RSUD R Soedarsono milik Pemerintah Kota Pasuruan, prosentase secara umum penurunan pasien umum juga hampir mencapai 50 persen.

"Benar ada penurunan. Penurunan di jumlah pasien umum, BPJS, baik yang rawat jalan, rawat inap atau di IGD," kata Humas RSUD R. Soedarsono, Dyah Luciana.

Secara spesifik, Luciana merinci jika jumlah Bed Occupancy Ratio (BOR) dirawat inap biasanya 60 ke atas, saat ini hanya terisi sekitar 30 pasien.

Baca Juga: Pola Asuh Observasi Aktif, Rahasia Nala Hafal Anatomi di Usia Dini

Terkait apakah faktor ketakutan masyarakat terhadap Covid-19 berpengaruh terhadap penurunan tersebut, Luciana mengatakan jika mungkin bisa jadi seperti itu.

Sebab, dari awal pandemi, pihak terkait telah mengeluarkan peraturan kewaspadaan Virus Corona untuk seluruh RS di Indonesia. Kewaspadaan tersebut rata-rata menyampaikan pembatasan pelayanan medis yang tidak emergency dan pembatasan kunjungan ke RS.

"Masyarakat sendiri akhirnya bisa memahami situasi seperti ini. Kemandiriannya menjaga kesehatan mungkin juga meningkat. Jika selama ini ada keluhan sedikit kemudian ingin dirawat di RS, maka sekarang mereka benar-benar mempertimbangkan bila akan berkunjung ke sini," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.