Rabu, 17 Jun 2026 06:42 WIB

Kinerja Perdagangan Luar Negeri Jatim Membaik di Masa Pandemi Covid-19

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (Foto: Dok. jatimnow.com)
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (Foto: Dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Di tengah Pandemi Covid-19 dan menurunnya kinerja perekonomian secara global, neraca perdagangan luar negeri Jawa Timur periode Januari-Mei 2020 justru cukup menggembirakan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, neraca perdagangan Jatim periode Januari-Mei 2020 relatif lebih baik dibanding periode yang sama Tahun 2019 dengan nilai defisit yang mengecil dari USD 1,43 miliar menjadi USD 0,11 miliar.

Baca Juga: Beasiswa LPPD Jatim 2026 Dibuka, Siapkan Kuota Kampus Al-Azhar Mesir

Rinciannya terdiri dari neraca perdagangan migas defisit USD 1,32 miliar dan neraca perdagangan nonmigas surplus USD 1,21 miliar.

"Membaiknya neraca perdagangan luar negeri Jatim periode Januari-Mei 2020 ini ditopang oleh ekspor nonmigas yang mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar 1.828,57 persen dari defisit USD 0,07 miliar menjadi surplus USD 1,21 miliar," kata Gubernur Khofifah dalam siaran pers yang diterima jatimnow.com, Selasa (23//6/2020).

Perhiasan atau permata menjadi penyelamat bagi ekspor nonmigas Jatim pada masa Pandemi Covid-19. Kondisi prekonomian global yang tidak pasti mendorong masyarakat untuk memilih perhiasan atau permata sebagai sarana investasi yang aman dan memadai.

Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa komoditas perhiasan atau permata memberikan kontribusi terbesar yaitu 24,23 persen terhadap ekspor nonmigas Jatim dan mencatatkan kenaikan terbesar 60,48 persen dibanding dengan Januari-Mei 2019.

Swiss adalah salah satu negara tujuan ekspor perhiasan atau permata dan pada periode Januari-Mei 2020 nilai ekspor ke Swiss meningkat sebesar 231,39 persen dibanding Januari-Mei 2019.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

Meski begitu, harus diakui bahwa Pandemi Covid-19 tetap berimbas terhadap neraca perdagangan luar negeri Jatim. Penurunan aktivitas produksi industri karena adanya pemberlakuan pembatasan aktivitas masyarakat maupun perusahaan menyebabkan penurunan impor bahan baku atau penolong, utamanya komoditas besi dan baja yang turun 29,28 persen.

Saat ini pemerintah mulai melakukan pemulihan aktivitas perdagangan dan industri yang diharapkan mampu kembali menggerakkan kinerja perekonomian. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim juga akan memperkuat kapasitas sektor yang berkontribusi signifikan terhadap kinerja perdagangan, di antaranya perhiasan atau permata.

"Pemprov Jatim akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengatasi hambatan perdagangan baik itu bea masuk maupun regulasi impor di beberapa negara," tegasnya.

Gubernur Khofifah optimis neraca perdagangan akan segera membaik, stimulus kepada pelaku usaha baik di sektor industri maupun perdagangan diberikan melalui pendampingan, bantuan permodalan, pelatihan dan sosialisasi.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

Pandemi Covid-19 nyatanya telah menggeser pola konsumsi masyarakat global. Komoditas pangan dan produk kesehatan menjadi komoditas yang diprediksi akan mengalami peningkatan ekspor ke depannya.

Industri makanan dan minuman merupakan salah satu komoditas unggulan di Jatim dengan kontribusi sebesar 34,96 persen terhadap sektor industri pengolahan. Sedangkan industri kimia, farmasi dan obat tradisional berkontribusi sebesar 6,47 persen.

"Oleh karena itu peluang bagi Jatim masih sangat luas. Pemerintah siap memberikan dukungan dan pendampingan bagi para pelaku usaha untuk bersama-sama memulihkan kinerja perekonomian," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.