Senin, 15 Jun 2026 22:27 WIB

Pilwali Surabaya 2020

Eri Cahyadi Ditantang Berani Mundur dari Pemkot Surabaya

Spanduk bergambar Eri yang sempat terpasang di Kupang, Surabaya
Spanduk bergambar Eri yang sempat terpasang di Kupang, Surabaya

jatimnow.com - Gambar Kepala Bappeko Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Cak Ji pada reklame yang mengklain sebagai penerus Wali Kota Tri Rismaharini disoal.

Ketua Partai Bulan Bintang Kota Surabaya Samsurin meminta Eri jika benar berniat maju jadi bakal calon wali kotw, diminya yang elegan dan segera mundur dari aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Surabaya.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

"Layani masyarakat sampai kamu tidak mampu melayani, sampai kamu mengundurkan diri jadi ASN," Kata Surin, Sabtu (20/6/2020).

Ia menerangkan, Eri sebagai aparatur sipil negara adalah abdi negara dan melayani masyarakat.

"Jangan kamu menjadi ASN ikut-ikut memasang gambar liar di mana-mana. Yang dipasang gambarnya dia dengan wali kota Surabaya. Ini belum masa kampanye," tambahnya.

Eri sebagai ASN harus netral di Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya. Apalagi, Risma juga masih menjabat sebagai Wali Kota Surabaya hingga Februari 2021.

"Semuanya harus netral melayani masyarakat. Kalau Eri mau maju, harus yang elegan," katanya.

"Pemimpin yang punya karakter dan cara yang elegan mendekati rakyat," tambahnya.

Bagi Surin , jika menjadi Eri, dirinya memilih tidak keluar dari birokrat Pemkot Surabaya.

Tapi jika Eri mau mempersipakan dirinya sebagai calon kepala daerah, katanya, mulai sekarang harus keluar dari ASN.

Baca Juga: Tiga Rumah Pompa Baru Perkuat Ikhtiar Surabaya Menuju Kota Bebas Banjir

"Misalnya dia mau mempersiapkan dirinya sebagai calon kepala daerah, mulai sekarang ya sudah kamu keluar saja dari ASN," tegasnya.

"Kalau saya pribadi, mending kamu jadi ASN saja lah. Karena apa, saya kasihan kamu jadi bonekanya Risma saat ini," imbuhnya.

Menurutnya, jika Eri punya power dan memiliki karakter sebagai pemimpin, tidak perlu desain baliho, banner atau alat peraga kampanye lainnya yang tampilannya ada background Risma.

'Tidak perlu ada background-nya siapa-siapa, baik Bu Mega, Bung Karno atau siapa saja," terangnya.

"Kalau dia memang elegan, mampu membangun Surabaya, ya harus tampil sendiri, sekarang juga turun dari ASN," tambah dia.

Baca Juga: Armuji Ditunjuk Jadi Wali Kota Surabaya Sementara

Reklame Eri-Cak Ji masih terpasang di Jalan Embong Malang, Surabaya, Jumat (19/6/2020) (Foto: jatimnow.com)

 

Ketua Partai Bulan Bintang Kota Surabaya Samsurin 

Editor : Budi Sugiharto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.