Jumat, 12 Jun 2026 21:33 WIB

Pembunuh Wanita di Surabaya: Saya Mau Membakarnya Tapi Tak Tega

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Rabu, 17 Jun 2020 22:05 WIB
Yusron Ferlangga, pembunuh tukang pijat panggilan diamankan di Mapolrestabes Surabaya
Yusron Ferlangga, pembunuh tukang pijat panggilan diamankan di Mapolrestabes Surabaya

jatimnow.com - Yusron Ferlangga, pemuda 19 tahun yang melakukan pembunuhan terhadap tukang pijat panggilan bernama Octavia Widiyawati alias Monik (33) di Lidah Kulon 2B No. 20, Surabaya ternyata seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Surabaya.

"Saya masih kuliah, ambil management. Uang yang saya buat bayar pijat itu ya uang kuliah. Dikasih sama mama," ucap Yusron saat dihadapkan kepada para awak media di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (17/6/2020).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Pemuda bertubuh kurus itu mengaku mengenal korban dari Facebook. Dari situ akhirnya terjadi kesepakatan bahwa pijat plus dilakukan di rumah kontrakan mamanya tersebut.

"Saya hubungi dia lewat aplikasi. Perjanjian awal tarifnya Rp 950 ribu, pijat full service selama 90 menit. Namun dia hanya memijat sekitar 45 menit, belum sampai selesai," terangnya.

Selepas memijat, korban Monik menawarkan jasa berkencan atau berhubungan badan sesuai kesepakatan. Setelah melakukan hubungan layaknya suami istri, Monik minta tambahan uang tip dengan berteriak-teriak memaksa.

Baca juga:  

"Setelah hubungan badan itu, dia kemudian berteriak-teriak sambil minta tambahan uang tip. Maksa-maksa. Karena takut terdengar tetangga dan takut digrebek warga, akhirnya saya tusuk dengan pisau lipat dua hingga tiga kali," aku Yusron.

Yusron juga mengaku, sebelum menusuk korban dia sempat membekap mulut korban dan sempat membakar kaki korban.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Awalnya saya berniat membakar dia dan sempat kena kakinya, tapi karena tidak tega maka saya tidak melanjutkan membakarnya," tambahnya.

Setelah berhasil membunuh korban, Yusron kemudian mengambil sebuah kardus bekas bungkus kulkas lalu ditutupkan ke tubuh korban. Selanjutnya dia berdiam diri di ruang belakang, memutar otak agar aksinya itu tak ketahuan.

Malam itu, Yusron memutuskan pergi ke rumah Bibinya di Mojokerto.

"Saya tidak langsung melarikan diri, saya masih di rumah. Kemudian saya ke rumah bibi di Mojokerto untuk berunding masalah ini," tandasnya.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

"Saya sudah empat kali ini sewa jasa terapis pijat plus. Tapi lainnya bukan sama dia (korban), tapi sama wanita lain," pungkas remaja berambut pirang tersebut.

Yusron tinggal di rumah kontrakan tersebut bersama ibu dan adiknya yang masih berusia 9 bulan. Saat mendatangkan korban untuk pijat plus, ibunya sedang bekerja. Sementara adiknya dititipkan ke tetangganya.

Sedangkan korban Monik merupakan warga Jalan Ciliwung, Darmo, Wonokromo, Surabaya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.