Kamis, 18 Jun 2026 15:33 WIB

Sebelum Bunuh Diri di GKI Diponegoro, Ibu Itu Meledakkan Dua Anaknya

  • Penulis :
  • | Minggu, 13 Mei 2018 12:13 WIB
Suasana di jalan menuju salah satu gereja tampak dihalangi barier.
Suasana di jalan menuju salah satu gereja tampak dihalangi barier.

jatimnow.com - Pelaku aksi bom bunuh diri yang terjadi di tiga gereja di Surabaya, sedikit demi sedikit mulai terkuak.

Seorang wanita bersama dengan dua anaknya diduga sebagai pelaku bom bunuh diri di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro.

Baca Juga: Petugas Kebersihan Surabaya Temukan Granat Nanas Aktif di Taman Gereja

Ia dengan keji meledakan dua anaknya yang dililit bom pada tubuhnya, sebelum akhirnya ia meledakan dirinya sendiri.

Sebelum bom meledak, wanita itu sempat meneriakkan kata  Allahuakbar.

Keterangan tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Minggu (13/5/2018).

Ia menyatakan, keterangan tersebut diperolehnya dari seorang satpam di GKI. "Itu yang diterangkan satpam GKI. Ya begitu itu," kata Barung.

Baca Juga: 5 Trending Topik Pekan Ini, Nomor 4 Jangan Coba-coba Bercanda Soal Ini!

Sementara itu di lokasi Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Surabaya, terlihat dijaga polisi dengan ketat dari radius 100 meter.

Police line atau garis polisi dibuat 3 ring dan lebih dari 5 ambulan berada di lokasi.

Di depan Gereja tersebut, banyak ditemukan ceceran tubuh manusia. Termasuk potongan tubuh maupun kepala manusia.

Baca Juga: Puluhan Kilogram Bahan Peledak di Tulungagung Dimusnahkan

Polisi kini mengidentifikasi potongan tubuh tersebut untuk memilah mana tubuh milik jemaat dan mana tubuh milik pelaku.

Sebelumnya, tiga gereja di Surabaya diteror ledakan bom berantai. Tiga gereja tersebut adalah, Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Surabaya, GKI di Jalan Diponegoro, serta satu gereja di Jalan Arjuno Surabaya.

Reporter: Budi S
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.