Kamis, 18 Jun 2026 16:18 WIB

Pemprov Jatim Dukung Penelitian Obat Covid-19 oleh Tim Peneliti Unair

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Minggu, 14 Jun 2020 16:18 WIB
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (kanan)
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (kanan)

jatimnow.com - Tim Peneliti Universitas Airlangga (Unair) Surabaya telah menemukan obat yang diindikasikan bisa menyembuhkan pasien Covid-19. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasinya kepada tim peneliti.

Dalam penelitiannya, Unair bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau Gugus Tugas Covid-19 Indonesia dan Badan Intelejen Negara (BIN).

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

"Intinya Pemprov Jatim akan mendukung Unair untuk mengembangkan penelitian obat-obat temuannya. Karena ini merupakah salah satu upaya untuk mempercepat penanganan Covid-19 di Jatim bahkan di Indonesia," ungkap Gubernur Khofifah dalam rilis yang diterima jatimnow.com, Minggu (13/6/2020).

Gubernur Khofifah menambahkan, Pemprov Jatim akan memberikan kesempatan bagi tim peneliti agar obat-obat tersebut bisa dikembangkan di rumah sakit pemprov. Juga agar segera dilakukan penelitian lanjutan ke arah klinis. Sehingga bisa segera diuji efektivitasnya.

"Lewat penelitian ini, kami berharap akan bisa meningkatkan rasio angka kesembuhan serta dalam waktu yang sama bisa menurunkan angka kematian akibat Covid-19 di Jatim," ungkap Gubernur Khofifah.

Berdasarkan keterangan Rektor Unair, Prof Moh Nasih, terdapat lima kombinasi obat yang dinyatakan berhasil melalui penelitian. Kombinasi obat yang pertama yaitu lopinavir, ritonavir dan azitromisin. Kombinasi kedua lopinavir, ritonavir dan doksisiklin.

Baca Juga: BTN Gandeng UNAIR, Perkuat Literasi Finansial dan Ekosistem Kampus Digital

Ketiga lopinavir, ritonavir dan klaritromisin. Keempat hidroksiklorokuin dan azitromisin serta kelima hidroksiklorokuin dan doksisiklin.

Sementara perwakilan dari tim peneliti Unair, dr Purwati menyatakan bahwa pihaknya telah meneliti 14 regimen obat. Dari jumlah itu didapatkan lima kombinasi regimen obat yang mempunyai potensi dan efektivitas yang cukup bagus menghambat perkembangbiakan virus hingga membuat Covid-19 tidak terdeteksi lagi.

"Dengan menurunnya jumlah virus bahkan sampai tidak terdeteksi dengan regimen obat ini, maka bisa memutus mata rantai penularan," jelas dr Purwati.

Baca Juga: Beasiswa LPPD Jatim 2026 Dibuka, Siapkan Kuota Kampus Al-Azhar Mesir

Terkait peredaran obat, dr Purwati menyebut bahwa obat-obat yang disebutkan sudah beredar di pasaran. Itu artinya obat-obat tersebut sudah mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sehingga aman dikonsumsi.

Namun penelitian lebih lanjut harus terus didukung untuk menghitung efektivitas dan efisiensinya pada manusia.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.