Jumat, 24 Jul 2026 20:00 WIB

Pandemi Covid-19

Masa Transisi Pasca PSBB di Malang Raya Diperpanjang 7 Hari

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Minggu, 07 Jun 2020 17:27 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Foto: Dok. jatimnow.com)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Foto: Dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Masa transisi setelah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Malang Raya diperpanjang selama 7 hari dimulai Minggu (7/6/2020). Perpanjangan masa transisi ini akan disertai evaluasi pada akhir periode.

"Hari ini adalah hari pertama perpanjangan transisi pasca PSBB Malang Raya dan akan dimulai untuk transisi pasca PSBB tahap berikutnya selama tujuh hari untuk kemudian kita evaluasi kembali bersama-sama," ujar Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Baca Juga: Libur Lebaran 2026: Malang All Out Amankan Objek Wisata

Keputusan itu diambil Gubernur Khofifah bersama Forkopimda Jatim yaitu Pangdam V Brawijaya, Pangdivif II Kostrad dan Wakapolda Jatim setelah melakukan rapat evaluasi secara virtual bersama tiga kepala daerah Malang Raya.

Rapat virtual yang melibatkan Bupati Malang Sanusi, Wali Kota Malang Sutiaji dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko bersama forkopimda dan Danrem 083 Baladhika Jaya itu digelar dari Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya pada Jumat (5/6/2020) malam.

Pengambilan keputusan tersebut juga berdasarkan panduan dari WHO di mana salah satu persyaratan agar suatu wilayah menuju new normal adalah rate of transmission-nya kurang dari satu.

Dalam hal ini, rate of transmission Malang Raya tercatat hingga Jumat (5/6/2020) masih pada angka 1,23. Sehingga Malang Raya dirasa masih belum bisa memasuki masa new normal.

Baca Juga: Komunitas Brantas Mbois Geruduk Balai Kota Malang

Kepada tiga kepala daerah di Malang Raya itu, Gubernur Khofifah menyampaikan, karena pada awal penetapan masa transisi diberlakukan episode waktu tujuh hari, hal yang sama juga akan dilakukan pada periode kedua. Transisi kedua akan dimulai 7 hingga 13 Juni 2020.

Selain karena angka rate of transmission yang masih belum memenuhi standar WHO, Gubernur Khofifah juga menyebut jika masa transisi memerlukan waktu yang lebih lama.

Dalam praktiknya di masyarakat, masih banyak ditemukan pelanggaran-pelanggaran protokol kesehatan yang berakibat pada bertambahnya kasus positif Covid-19 walaupun tidak signifikan.

Baca Juga: Indonesia Bergabung dengan GAVI, Siap Donasi USD30 Juta

"Semua ikhtiar dan inovasi tentu sudah dimaksimalkan. Namun kita memang harus terus mengajak masyarakat untuk lebih disiplin, taat dan patuh pada protokol kesehatan," tambah Gubernur Khofifah.

Gubernur Khofifah juga berpesan agar semua pihak bisa terus mensosialisasikan pentingnya protokol kesehatan kepada masyarskat luas.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.