Minggu, 21 Jun 2026 13:33 WIB

Anggota DPRD ini Pertanyakan Penggunaan Anggaran Covid-19 di Surabaya

Balai Kota Surabaya (Foto: Dok. jatimnow.com)
Balai Kota Surabaya (Foto: Dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Anggota Komisi A DPRD Surabaya M Machmud mempertanyakan penggunaan anggaran penanganan Covid-19 yang telah dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Surabaya sebesar Rp 196 miliar.

Menurut Machmud, dalam teleconference Pemkot Surabaya dengan DPRD Surabaya Maret 2020, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan telah menganggarkan Rp 196 miliar untuk penanganan Covid-19 di Kota Pahlawan.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

"Tapi sampai sekarang belum terlihat penggunaan anggaran itu," ujar Machmud kepada wartawan, Rabu (3/6/2020).

Dia menyebut, banyak bantuan penanganan Covid-19 dari beberapa pihak, mulai dari instansi pemerintahan maupun swasta serta perorangan mengalir ke Pemkot Surabaya. Dengan itu, lanjutnya, anggaran yang telah disediakan tidak banyak terpakai.

Machmud menambahkan, selama ini DPRD Surabaya hanya diberi lembaran kertas sebagai formalitas laporan penerimaan bantuan penanganan Covid-19 dari berbagai pihak, termasuk para pengusaha dan didisitribusikan ke mana saja bantuan itu.

"Sampai sekarang belum ada laporan penggunaan APBD yang dipakai sudah berapa dan untuk apa saja. Saya malah dapat laporan katanya banyak sembako yang menumpuk di kantor kecamatan," ungkap politisi Partai Demokrat ini.

Mantan Ketua DPRD Surabaya ini juga menilai Pemkot Surabaya selama ini terkesan hanya menunggu bantuan-bantuan saja untuk membantu warga di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

"Sebenarnya siapa yang menyelesaikan masalah ini, pemkot apa pengusaha," ujarnya.

Dia melanjutkan, ada saran dari beberapa pihak agar Pemkot Surabaya membeli mobil laboratorium PCR karena lambatnya penanganan pandemi Covid-19 selama tiga bulan terakhir ini.

Untuk itu Machmud meminta Pemkot Surabaya agar lebih fokus dalam penanganan Covid-19 menyusul angka kasus positif Covid-19 di Kota Pahlawan masih terus bertambah.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Kami berharap agar pemkot fokus penyembuhan pasien Covid-19 dan menekan angka kematian akibat Covid-19," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya M Fikser belum merespon saat jatimnow.com meminta tanggapannya terkait pernyataan Machmud tersebut.

Konfirmasi yang dilakukan jatimnow.com pada pukul 14.58 Wib, Rabu (3/6/2020) melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp belum mendapat tanggapan.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.