Selasa, 16 Jun 2026 16:10 WIB

Gugus Tugas Covid-19 Surabaya: Hotel Bukan untuk Warga Positif

  • Penulis : Jajeli Rois
  • | Selasa, 02 Jun 2020 17:13 WIB
Balai Kota Surabaya (Foto: Dok. jatimnow.com)
Balai Kota Surabaya (Foto: Dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya Irvan Widyanto meminta anggota DPRD Kota Surabaya Imam Syafii untuk berhati-hati bicara dan melihat persoalan terlebih dahulu sebelum mengeluarkan statement.

Imam sebelumnya menyebut bahwa penanganan pandemi Covid-19 yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya kacau. Itu setelah Imam mendapat laporan bahwa ada 18 warga yang diisolasi di sebuah hotel, dipulangkan oleh pemkot. Keesokan harinya, dari 18 itu, ternyata ada 5 pasien positif Corona.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

"Mas Imam mohon berhati-hati kalau bicara. Kita sudah ada SOP untuk penanganan setiap warga yang terindikasi. Jangan diplintir-plintir," kata Irvan Widyanto, Selasa (2/6/2020).

Irvan yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Kota Surabaya menegaskan, hotel bukan disediakan untuk warga yang terkonfirmasi positif.

Baca juga:  Lima Pasien Positif Covid-19 di Surabaya Disebut Dipulangkan, Lho Kok?

"Justru bilamana positif tidak boleh berada di hotel. Karena hotel tersebut disediakan bukan untuk warga yang konfirm positif," tegasnya.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Irvan menegaskan kembali dengan meminta Imam untuk tidak sembarangan berbicara di media massa.

"Tolong lihat dulu persoalan sebelum bicara ke media," jelasnya.

Imam yang merupakan anggota Komisi A DPRD Surabaya itu menyebut mendapatkan keluhan dari warga di Kecamatan Tegalsari tentang adanya 18 warga dari kecamatan tersebut diisolasi. Warga mengadu ke Imam saat di hotel tidak mendapatkan sabun, tidak mendapatkan handuk dan bahkan air minum terbatas.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Menurut Imam, warga yang sempat diisolasi diperbolehkan pulang ke rumahnya setelah diberitahu hasil swabnya negatif. Keesokan harinya, petugas puskesmas menyatakan 5 orang di antara mereka yang sudah dipulangkan, ternyata positif Covid-19.

Dari 5 orang yang dinyatakan positif itu, ada yang pulang ke Madura karena orangtuanya meninggal dunia.

"Penanganan Covid-19 di Surabaya sangat kacau," jelas Imam Syafii.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.