Kamis, 18 Jun 2026 16:51 WIB

Pandemi Covid-19

Diisolasi di Hotel, 18 Warga Surabaya Mengaku Tidak Dapat Fasilitas

  • Penulis : Jajeli Rois
  • | Minggu, 31 Mei 2020 07:03 WIB
Ilustrasi rapid test di Surabaya
Ilustrasi rapid test di Surabaya

jatimnow.com - Sebanyak 18 warga yang diisolasi di sebuah hotel mengadu ke anggota DPRD Surabaya Imam Syafii.

"Saya mendapatkan laporan dari warga. Ada sekitar 18 orang warga asal Surabaya yang diisolasi di hotel mengaku tidak mendapatkan fasilitas seperti vitamin atau obat-obatan, selimut hingga peralatan mandi," ujar Imam Syafii kepada jatimnow.com, Sabtu (30/5/2020).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Politisi dari Partai NasDem ini mengatakan, warga yang diisolas ini karena menunggu hasil swab Covid -19.

"Informasi yang kami terima, lama isolasi hanya semalam untuk menunggu hasil swab keluar. Namun, mereka menerima informasi bahwa mereka harus berada di dalam hotel selama tiga hari atau sampai hasil swab keluar," ujarnya.

Keluhan yang dialami warga juga tentang ketidakjelasan informasi sehingga tidak ada persiapan warga yang diisolasi.

"Mereka seperti dibohongi oleh pemerintah kota. Apalagi ada salah satu warga yang sakit typus yang seharusnya mendapatkan perawatan keluarga," ujarnya.

Imam berharap Pemkot Surabaya untuk segera menindaklanjuti keluhan warga.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Harus segera menanggapi keluhan warga yang diisolasi," terangnya.

Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya mengapresiasi Pemkot Surabaya melakukan rapid test yang semakin masif. Tapi diharapkan pemkot juga menyiapkan langkah-langkah lanjutan setelah rapid test.

"Rapid test ini kan untuk mengetahui reaktif atau tidak. Kalau reaktif, mereka harus diswab. Dan harus dikelompokkan, mana yang sakit ringan, sakit sedang dan sakit berat. Ini membutuhkan tempat tersendiri," ujarnya.

"Karena itu, fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, tenaga medis, dokter, perawat harus dipersiapkan, biar tidak seperti sekarang yang overload kapasistas rumah sakit. Jangan hanya asyik rapid test1 saja, tapi ke depannya tidak dipersiapkan," jelasnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Imam tidak mengingkan lagi kejadian iitu terulang lagi. Pemkot Surabaya harus benar-benar sistematis menangani Pandemi Covid-19 ini.

"Kalau rapid test konsekuensinya harus dikawal, harus tersistematis penanganannya. Harus memisahkan tempat bagi yang sakit ringan, sedang, berat. Ini harus diurusi, tidak boleh dibiarkan," tegasnya.

Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat (Humas) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M Fikser janji akan memberikan penjelasan setelah mengecek ke lapangan. "Nanti saya telepon ya," jawabnya saat dikonfirmasi pada Pk 06.41 Wib.

Editor : Budi Sugiharto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.