Minggu, 14 Jun 2026 01:24 WIB

Sambut New Normal, Dewan Minta Pemkab Perhatikan Pesantren di Ponorogo

DPRD Ponorogo
DPRD Ponorogo

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mempersiapkan diri menjelang penerapan new normal di Bumi Reog. Berbagai persiapan pun dilakukan.

Wakil rakyat menyorot perihal tentang skema new normal. Salah satu yang diminta adalah memperhatikan new normal di pondok pesantren (ponpes).

Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Ponorogo Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

"Pemkab Ponorogo akan menerapkan new normal. Tapi kami minta ada satu basis yang massanya banyak diperhatikan. Yaitu tentang ponpes," kata Wakil Ketua DPRD Ponorogo dari Fraksi PKB, Dwi Agus Prayitno, Jumat (29/5/2020).

Apalagi, kata dia, setelah lebaran lazimnya santri sudah kembali ke ponpes. Kalau tidak disiapkan protap kesehatan ditakutkan timbul klaster baru.

"Jangan-jangan timbul Temboro baru. Sekarang kan rata-rata terkonfirmasi positif kan klaster Temboro," ujarnya.

Dia meminta agar Pemkab Ponorogo berpedoman dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Santri datang ada rapid test. Kalau reaktif harus isolasi dan dilakukan swab. Kalau non reaktif baru diperbolehkan aktivitas," tegasnya.

Dia menyebutkan jika rapid terbatas bisa juga sampling.

Baca Juga: Tak Lagi Pakai Tenaga, Pebecak di Ponorogo Tersenyum Dapat Becak Listrik dari Prabowo

"Rapid test diadakan sebelum masuk. Begitu datang kemudian mereka d cek kesehatan. Lebih nyaman dan tenang," harapnya.

Ia juga meminta agar Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo untuk terjun langsung mengawasi. Untuk asrama yang berdempetan diminta untuk diubah guna menerapkan physical distancing.

Di tempat lain, Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan pelaksanaan new normal di segala lini termasuk di ponpes yang ada di Bumi Reog.

Ia menyebut tidak harus dengan rapid test karena tidak menggambarkan secara utuh kondisi seseorang.

Baca Juga: Resmikan Air Frezz, Plt Bupati Ponorogo Tekankan Pentingnya Air Minum Bersertifikat

"Selain itu kita tidak punya cukup stok alat rapid-nya. Tetapi kami lakukan persiapan lain. Intinya permintaan dewan kita siap laksanakan tapi tidak harus dengan rapid," terangnya.

Jika harus rapid test mungkin bisa dilakukan oleh santri di tempat asalnya.

"Bisa sampling. Nanti kita pertimbangkan," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.