Minggu, 21 Jun 2026 11:25 WIB

Beredar Video Jeritan Petugas Puskesmas Surabaya untuk Wali Kota Risma

Tangkapan layar video jeritan petugas puskesmas di Surabaya untuk Wali Kota Risma yang beredar
Tangkapan layar video jeritan petugas puskesmas di Surabaya untuk Wali Kota Risma yang beredar

jatimnow.com - Beredar video dengan 'judul' Puskesmas Menjerit. Dalam video terdengar suara keluh kesah atau jeritan petugas medis di puskesmas kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Dalam video berdurasi 4.38 menit itu hanya terdengar suara seperti seorang pria yang mengaku sebagai tenaga medis puskesmas di Surabaya dan sebuah pohon. Sosok yang bicara dalam video itu tidak tampak.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Suara itu menceritakan detail kondisi yang dialami petugas medis atau tenaga kesehatan di puskesmas dalam melayani masyarakat di tengah pandemi Virus Corona (Covid-19).

Berikut pernyataan seseorang yang hanya terdengar suaranya tanpa memperlihatkan sosoknya:

Assalammualaikum Warohmatullahhi Wabarokahtu. Yang terhormat Ibu Risma, Wali Kota Surabaya.

Bu Video ini sengaja saya buat supaya ibu mendapatkan informasi bukan hanya dari pembantu atau bawah-bawahan ibu. Tapi ibu juga tahu langsung dari teman-teman tenaga medis yang ada di puskesmas.

Ibu, tenaga di puskemas itu setiap hari masuk semuanya. Bahkan hari libur pun juga piket masuk. Jadi tidak benar kalau ada yang mengatakan puskesmas sehari masuk sehari nggak masuk.

Di puskesmas itu pekerjaan kami berat. Pelayanan pagi, Pelayanan sore, Mengerjalan tugas-tugas program kesehatan, Tugas TGC, Tugas P3K juga, semua itu masih jalan bu.

Dengan adanya Covid ini, juga diberi tugas untuk melakukan pelacakan pasien ODP, PDP dan confirm covid di masyarakat. Belum lagi tugas pembagian (wedang) pokak dan telur.

Dan sekarang kami juga diberi tugas untuk memberikan pelayanan bagi pasien confirm Covid di Asrama Haji (Sukolilo).

Jujur ibu, tambahan tugas ini membuat kami sangat berat dan keberatan. Kenapa ibu tidak memperkerjakan relawan. Kenapa tidak seperti Pemprov (Jatim) atau Jakarta yang mengambil relawan.

Apa Surabaya dengan PAD tertinggi kedua se Indonesia tidak mampu untuk menggaji relawan, sehingga menugaskan tenaga puskesmas.

Sedangkan kami di puskesmas tidak mampu menolak dan wajib menerima tugas ini. Kenapa, ya karena biasanya kami diancam. Kalau PNS dimutasi, kalau kontrak dipecat.

Ibu...kami mengabdi, kami bekerja, kami juga manusia biasa bu. Dan apakah asrama haji itu sudah benar-bena siap sebagai tempat perawatan pasien confirm Covid. Siap dengan kelangkapan APD-nya, prosedur pelayanannya dan prosedur pencegahan infeksinya.

Kami tidak ingin tertular loh Bu, juga menularkan .

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Keluarga kami juga tidak ingin tertular. Kami adalah tulang punggung keluarga. Kami juga punya keluarga punya anak istri, suami, orang tua.

Kami juga warga Surabaya Bu. Kami juga rakyatmu Bu.

Tolong perhatikan nasib kami, keluarga kami degan jerit hati kami.

Kami sedih Bu. Makanya saya membuat video ini supaya sampai kepada Ibu.

Saya tidak mau diskusi, curhat ke dinas (Dinas Kesehatan Kota Surabaya), karena Ibu tidak tahu, dinas itu Bu tidak mau diprotes, tidak mau dikasih masukan, karena beberapa teman kami ketika protes tentang kebijakan-kebijakan dinas, langsung dimutasi Bu

Maka saya mohon Ibu tidak mempercayakan semuanya kepada bawahan Ibu.

Saya mohon Ibu terjun langsung ke masyarakat. Terjun langsung ke puskesmas.

Kami juga masyarakat ibu. Kalau perlu ibu membuat layanan Center Bu Risma, tentang keluhan pejabat-pejabat di sekitar Ibu, biar Ibu tahu bagaimana diktatornya pejabat-pejabat ibu.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Terima kasih

Ibu Risma saya mohon maaf, semoga video ini sampai ke Ibu Risma.

Teman-teman yang mendengarkan video ini saya minta tolong diviralkan supaya sampai ke Ibu Risma.

Semoga Ibu Risma senantiasa diberikan kesehatan.

Wassalammualaikum Warrohmatullahi Wabarokahtu.

Sementara Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara belum memberikan respon saat dihubungi jatimnow.com pada pukul 16.36 Wib, Jumat (22/5/2020), yang akan mengonfirmasi terkait video tersebut.

Begitu pula dengan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita. Ia tidak merespon jatimnow.com yang mencoba mengonfirmasi terkait video itu.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.