Rabu, 17 Jun 2026 03:13 WIB

Wabah Virus Corona

Ponpes Temboro Tutup, Penjual Pentol ini Jual Blender untuk Beli Beras

Sujono saat ditemui di rumahnya
Sujono saat ditemui di rumahnya

jatimnow.com - Sebuah video seorang pria di Magetan menjual blender karena tidak memiliki uang untuk membeli beras menjadi viral di Facebook (Fb). Postingan itu diunggah Dendy Ardiyan P di grup Facebook Berita Magetan.

"Mohon dibantu Pemerintah Kabupaten Magetan tadi ada Bapak-bapak jual blender untuk makan keluarganya. Bapak-bapak berada di depan kantor kirim Sukomoro. Siapa saja yang bertemu bapak ini alangkah baiknya mengasih sedikit rezeki," tulisnya.

Baca Juga: Bulog Tulungagung Percepat Penyaluran Bantuan Pangan dan Distribusi Beras SPHP

Dalam video itu, pria itu mengaku menjual blender untuk makan. Postingan tersebut yang mendapat like sebanyak 3.411 itu kini ditutup komentarnya oleh admin Berita Magetan.

Pria dalam video itu adalah Sujono (40) asal Desa Pojok Sari. Saat ditemui di rumahnya, ia mengaku terpaksa menjual blender miliknya di pinggir Jalan Raya Magetan – Maospati karena sudah tidak lagi memiliki uang untuk membeli beras.

Menurutnya, sudah 3 bulan terakhir tidak lagi mendapatkan uang karena usahanya menjual pentol keliling di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah Temboro di Magetan berhenti karena covid-19.

"Sudah tidak mempunyai uang untuk beli beras. Barang yang bisa dijual ya hanya blender," ujarnya yang kini tinggal di rumah ibunya bersama istri dan anaknya, Kamis (21/5/2020).

Baca Juga: Heboh Video Penampakan Hantu di Rel Kereta Api Ketapang Probolinggo, Ini Faktanya

Sejak Ponpes Al Fatah Temboro ditutup untuk umum, Sujono hanya bisa mencari bambu kering dan dijual sebagai kayu bakar. Jika beruntung, dia bersama istrinya mengumpulkan 2 ikat kayu yang akan dijual keliling kampung.

"Kadang laku Rp 10 ribu kadang hanya Rp 5 ribu. Kalau dari pagi hujan, maka kami tidak mempunyai penghasilan," ujar dia.

Bebannya bertambah saat dirinya merawat ibunya yang menderita diabetes. Ia menyebut jika dirinya hingga kini belum mendapat bantuan dari pemerintah.

Baca Juga: Anggota DPRD Jember yang Main Game dan Merokok saat Rapat Minta Maaf: Saya Khilaf

"Kalau saya belum dapat bantuan sama sekali," tegasnya.

Kepala Desa Pojok Sari, Edy Mulyono mengatakan jika Sujono sebenarnya adalah salah satu warga yang menerima bantuan langsung tunai melalui dana desa Tahun 2020 sebagai keluarga terdampak covid-19.

"Dapat (bantuan langsung tunai)," ujarnya melalui pesan singkat.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.