Kamis, 18 Jun 2026 02:21 WIB

Dosen STIE Perbanas Beri Tips Kelola Keuangan di Tengah Pandemi Corona

STIE Perbanas Surabaya
STIE Perbanas Surabaya

jatimnow.com - Jumlah positif Covid-19 terus meningkat selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berlangsung.

Geliat perekonomian tentunya sangat berdampak, terlebih bagi kondisi finansial keluarga.  Tak dipungkiri, PSBB ini menyebabkan kecemasan terhadap kemampuan dalam memenuhi kebutuhan hidup akibat pendapatan rumah tangga yang menurun.

Baca Juga: Membaca Siklus, Menjaga Nalar Negara

Saat penghasilan dalam sebuah keluarga goyah, maka dapat dipastikan rumah tangga mengalami kesulitan keuangan (financial distress).

Minimnya pengetahuan anggota keluarga tentang pengelolaan keuangan dapat memperburuk kondisi rumah tangga dalam menghadapi pandemi.

Dosen Akuntansi STIE Perbanas Surabaya, Riski Aprilia Nita menegaskan rumah tangga merupakan entitas sosial ekonomi yang memiliki hubungan untuk menjalankan nafkah untuk mempertahankan kelangsungan hidup bersama.

Nafkah sebagai pendapatan dalam rumah tangga sehingga perlu dikelola dengan baik untuk bertahan dalam kondisi luar biasa seperti saat ini. Selaras bidang ilmunya, akuntansi rumah tangga bisa dipraktikkan dalam kondisi pandemi covid-19 ini.

"Akuntansi rumah tangga diperkenalkan sebagai bentuk praktik akuntansi yang terdiri dari aktivitas pencatatan, pengukuran, dan penyajian. Dalam rumah tangga, terdapat beberapa anggota yang memiliki peran masing-masing. Catatlah semua pengeluaran yang terjadi sampai dengan nafkah diterima kembali mulai dari harian, mingguan, atau bulanan," jelasnya dalam siaran pers yang diterima redaksi, Rabu (20/5/2020).

Menurut Riski, pembiasaan melakukan pencatatan pada nafkah dan pengeluaran dapat mencegah rumah tangga dari keterpurukan finansial.

Jangan lupa mencatat alokasi tabungan sebagai modal ekonomi rumah tangga saat mengalami kondisi tak terduga.

Dosen Akuntansi STIE Perbanas Surabaya, Riski Aprilia Nita 

Baca Juga: BI Kediri Optimis Ekonomi Jawa Timur Lebih Baik di Tahun 2026

Lanjutnya, pengukuran dilakukan dengan membandingkan pengeluaran rumah tangga dengan nafkah yang diterima, baik nafkah tunggal (kompensasi kerja yang berasal dari 1 sumber) atau nafkah pola ganda (kompensasi kerja yang berasal dari 2 sumber atau lebih).

Pengukuran juga dapat dipraktikkan untuk membuat skala prioritas atas kebutuhan rumah tangga.

Lebih lanjut, Riski menyarankan untuk menunda penggunaan nafkah rumah tangga untuk kebutuhan yang tidak penting.

Selama stay at home, berbagai aplikasi marketplace hadir untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan beragam promo, cashback, diskon dengan jumlah tertentu.

"Penawaran ini sering membuat 'keblinger' sehingga kita lalai terhadap kebutuhan yang seharusnya dipenuhi dan tidak," sarannya.

Terakhir, praktik akuntansi dalam pengelolaan nafkah rumah tangga adalah penyajian. Riski menekankan, saat pengelola keuangan rumah tangga perlu dikomunikasikan dengan anggota keluarga.

Baca Juga: Survei Konsumen BI Kediri: Keyakinan Terhadap Kondisi Ekonomi Menguat

Apabila terdapat realisasi yang melebihi pencatatan, seperti keputusan pembelian barang, pembayaran tagihan yang rutin dilakukan, dan aktivitas yang muncul di luar kebutuhan yang diprioritaskan.

"Pembiasaan menyajikan transparansi keuangan kepada anggota keluarga dapat mencegah terjadinya utang konsumtif yang secara terus-menerus karena besar pasak daripada tiang," tegasnya.

Riski pun mengakui diperlukan tenaga ekstra untuk mengubah pengelolaan nafkah, namun bukan berarti tidak bisa dipraktikkan.

Mental akuntansi memang dibutuhkan untuk menyikapi situasi pandemi seperti ini agar terhindar dari aktivitas finansial yang irasional atau percaya diri berlebihan terhadap kemampuan finansial rumah tangga.

"Semua kalangan masyarakat memiliki konsekuensi yang berat atas musibah ini. Dalam akuntansi rumah tangga, tanggung jawab terhadap kebermanfaatan nafkah menjadi nilai penting untuk mencapai tujuan di masa depan. Tetap semnagat, berpikir positif dan yakinlah bahwa kondisi ini segera berlalu," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.