Senin, 15 Jun 2026 03:51 WIB

Sebelum Digerebek, Polisi Intai Rumah Penyimpan Benur

  • Penulis :
  • | Selasa, 27 Feb 2018 15:28 WIB
Kasatpolairud Polres Banyuwangi, AKP Subandi
Kasatpolairud Polres Banyuwangi, AKP Subandi

BANYUWANGI :: jatimnow.com – Polairud Polres Banyuwangi berhasil menggerebek rumah penyimpanan Benur di Banyuwangi. Dari penggerebekan itu, polisi mengamankan sekitar 11.330 benur hidup.

Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara (Kasat Polairud) Polres Banyuwangi, AKP Subandi mengatakan sebelum dilakukan penggerebekan, pihaknya telah mengintai rumah komplotan pengedar benur (baby lobster) selama 6 hari. Rumah itu berada di Lingkungan Cungking Kelurahan Mojopanggung Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi.  

Baca Juga: Duo WNA China Tertangkap Tangan Lakukan Pencurian di Pesawat Citilink

Dari penggerebekan itu, 2 orang tersangka berinisial R merupakan warga Banyuwangi dan 1 tersangka lainnya dengan inisial I berasal dari Pulau Sapeken Madura.

“Kami menerima informasi dari bawah (kurir) dan kita nyanggong (menunggui) 6 hari di sini bersama anggota, memantau keluar masuknya,” kata Subandi di lokasi, Selasa (27/2/2018).

Bahkan, di lokasi juga telah dilengkapi CCTV, sehingga tidak mudah bagi seseorang untuk masuk ke lokasi yang dijaga oleh tersangka yang berinisial R dan tersangka I yang terpantau keluar masuk. Pihaknya juga menduga rumah yang dijadikan sebagai tempat penyimpanan baby lobster tersebut telah beroperasi sejak lama.

Baca Juga: Kasus Kriminal Selama 2025 di Trenggalek Didominasi Kekerasan dan KDRT

Subandi juga menjelaskan penggerebekan itu berdasarkan pengembangan kasus yang berhasil diungkap per November 2017 hingga Februari 2018. Bahkan, dari hasil penyelidikan pengepul benur dari Kabupaten Jember juga dibawa ke Banyuwangi.

“Kita akan koordinasi juga dengan teman-teman yang ada di Pulau Sapeken, Pulau Lombok, dan Banyuwangi, semua dikumpulkan di sini, packing nya di sini juiga,” ujarnya.

Ia menambahkan, komplotan kasus jual beli baby lobster ini diduga memiliki jaringan internasional. Bahkan, para pelakunya juga telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang yang diketahui berinisial S. “Jadi, kami akan telusuri hingga ke akar-akarnya,” pungkasnya.

Baca Juga: 7 Jejak Kejahatan Komplotan Spesialis Curat yang Kini Dilumpuhkan Polres Tuban

 

Reporter: Hafil Ahmad

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.