Senin, 15 Jun 2026 13:23 WIB

Kodam V Brawijaya Terjunkan Babinsa Kirim Bansos ke Terdampak Corona

Pelepasan Babinsa di Kodam V Brawijaya untuk distribusikan bansos
Pelepasan Babinsa di Kodam V Brawijaya untuk distribusikan bansos

jatimnow.com – Langkah Kodam V Brawijaya menerjunkan para bintara pembina desa (Babinsa) dalam pendistribusian bantuan sosial bagi masyarakat diapresiasi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Menurut Khofifah, keikutsertaan Babinsa dalam penyaluran bansos sangat membantu di saat pandemi Covid-19 ini.

Baca Juga: Dinas Sosial Tulungagung Salurkan Bansos Kemensos RI ke Ratusan Masyarakat

Mengingat, Babinsa memiliki data detail terkait kondisi di kampung atau desa tempat mereka bertugas. Harapannya, distribusi bansos berupa sembako dan hand sanitizer tersebut dapat lebih tepat sasaran.

Diketahui, para Babinsa menyalurkan bansos dengan mengendarai motor guna menjangkau pelosok-pelosok. Total bansos yang disalurkan sebanyak 10.000 paket sembako dan 5.000 hand sanitizer.

"Terima kasih atas inisiasi ini, kita bisa melihat kekuatan dari Kodam V/Brawijaya ini sampai dengan Babinsa. Mereka itu kalau ditanya berapa ayam, atau berapa kambing di kampung pasti hapal. Maka berapa yang dapat BLT Dana Desa, PKH, berapa yang dapat bantuan sembako, mereka hafal," kata Khofifah usai melepas bansos Yayasan Surabaya Peduli Bangsa bersama Pangdam V/Brawijaya, di halaman Kodam V/Brawijaya, Selasa (12/5/2020).

Khofifah mengatakan, format penyaluran bantuan melalui Babinsa ini sangat efektif. Karena selain menyalurkan paket sembako, Babinsa juga melakukan penyisiran dan identifikasi terhadap para penerima bansos tersebut.

"Barangkali ada warga yang tidak masuk dalam jaring pengaman sosial yang telah disiapkan oleh pemerintah, mulai pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota. Para Babinsa ini menjadi penyisir penerima bantuan," ujar dia.

Baca Juga: Rangkul Warga Sekitar, DWP UIN KHAS Jember Salurkan Bantuan Jelang Iduladha

Menurut Khofifah, penyaluran bantuan ini menjadi bagian untuk bisa menguatkan bantalan sosial bagi masyarakat, yang memang karena pandemi Covid-19 ini mengalami kesulitan di berbagai bidang, baik sosial, ekonomi, dan lainnya.

"Banyak orang mempresentasikan bagaimana membangun ketahanan nasional, dengan berbagai macam cara. Saya rasa cara yang dilakukan oleh Pak Pangdam ini sangat elegan, yaitu membangun persatuan kesatuan, memberikan rasa kasih sayang, saling berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Insya Allah besar sekali manfaatnya bagi seluruh warga yang terdampak Covid-19," lanjutnya.

Pangdam V/Brawijaya, Mayjen Widodo Iryansyah mengatakan selain menyalurkan 10.000 paket sembako, dan 5.000 paket hand sanitizer, Kodam V/Brawijaya juga memberangkatkan bantuan 38 ton beras yang rencananya akan dibagi ke seluruh Jatim, khususnya ke wilayah Korem 081, yakni Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Ngawi, dan Magetan.

"Berdasarkan informasi dari para Dandim ke empat wilayah ini yang butuh sentuhan-sentuhan terutama masalah beras. Kami berterima kasih kepada seluruh pihak, khususnya Yayasan Surabaya Peduli Bangsa yang peduli terhadap masyarakat, khususnya yang terdampak covid-19 ini, kepedulian dan rasa nasionalisme yang tinggi ini perlu kita apresiasi," katanya.

Baca Juga: Pemkot Kediri Perbarui DTSEN, Pastikan Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

Pangdam mengatakan, guna mengatasi dampak pandemi Covid-19 ini, tentu tidak bisa hanya menggantungkan bantuan pada pemerintah saja.

Sebab meskipun pemerintah sudah berbuat semaksimal mungkin, tapi tetap ada kekurangan. Karena itu, kekurangan tersebut dapat dilengkapi oleh bantuan dari berbagai pihak, supaya tidak timbul gejolak sosial ditengah masyarakat.

"Mudah-mudahan bantuan ini tidak berhenti sampai di sini saja, kami harap semua pihak bisa memberikan support dan bantuan sosial, selama masyarakat masih membutuhkan. Harapan kami dengan kepedulian seperti ini, setidaknya kita bisa meringankan kebutuhan sehari-hari masyarakat ditengah pandemi Covid-19 ini," tambah dia.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.