Minggu, 14 Jun 2026 15:33 WIB

Rapid Test di Rungkut: 188 Warga Reaktif Covid-19

Ilustrasi rapid test/ jatimnow.com
Ilustrasi rapid test/ jatimnow.com

jatimnow.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berusaha memutus mata rantai penyebaran Covid-19. 188 orang di kawasan Rungkut dinyatakan reaktif.

Tiga RW (Rukun Warga) serta warga yang ber-KTP luar Surabaya pada Senin (11/5) malam dilakukan serentak uji rapid test. Tes untuk mengetahui tingkat kekebalan itu diikuti 468 orang di kawasan Rungkut.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Ikut hadir dalam rapid test itu adalah diantaranya Kasatpol PP Irvan Widyanto, Camat Rungkut hingga tokoh masyarakat Rungkut.

"Usulan warga agar dapat diberikan vitamin untuk meningkatkan imun," kata Irvan Widyanto, Selasa (12/5/2020).

Dari warga yang mengikuti rapid test, diketahui sebanyak 188 reaktif. Rapid test itu digelar di Rungkut Lor yang diikuti sebanyak 170 orang, Kedung Baruk RW 02 sebanyak 112 dan Kedung Baruk RW 03 sebanyak 149 orang dan 37 warga luar Surabaya.

"Agar per-RW segera memblokade wilayah dan dijaga secara selektif," kata Irvan yang tak lupa mengimbau agar warga tetap menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Mereka yang dinyatakan reaktif adalah 74 orang dari Rungkut Lor, 61 orang dari RW 02, dan 53 orang dari RW 03. 

Bentuk Dua Tim

Satpol PP Kota Surabaya sudah membentuk dua tim khusus untuk menghadapi pandemi Covid-19. Tim pertama diberi nama 'Tim Pakai Masker dan Jaga Jarak'. 

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tugas tim pertama adalah sosialisasi serta imbauan penegakan Peraturan Daerah (Perda) dengan komandan Iskandar.

Tim kedua diberi nama 'Tim Cuci Tangan Pakai Sabun'. Tugasnya melakukan penyemprotan disinfektan dengan komandannya Dwi Hargianto. 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.